Kasparov: Catur untuk Pendidikan dan Industri

Fadhlan Oetama, Jurnalis · Jum'at 15 November 2013 15:18 WIB
https: img.okezone.com content 2013 11 15 43 897556 se0VGFAfov.jpg Muhammad Nuh (tengah) saat berfoto bersama dengan Gerry Kasparov dan Utut Adianto. (Fadhlan/Okezone)

JAKARTA – Grand Master catur dunia, Gerry Kasparov  mengadakan kunjungan singkat ke Indonesia. Pecatur legendaris kelahiran Baku, Azerbaijan (saat itu masih menjadi bagian dari Uni Soviet) tersebut membawa misi mempopulerkan catur, menjadi olahraga industri dan olahraga pendidikan.

Kasparov yang kini telah berusia 50 tahun adalah seorang atlet catur yang sukses meraih gelar juara dunia dengan usia termuda di tahun 1985 silam. Pada saat itu Kasparov baru menginjak usia 22 tahun, mengalahkan rekor yang dipegang sebelumnya oleh Mikhail Tal pada tahun 1960.

Dalam kunjungannya ke Indonesia, Kasparov sempat menemui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, M Nuh, meski agenda lainnya juga ia usung yaitu menggalang dukungan untuk menjadi presiden FIDE (Federation Internationale Des Echecs).

“Dalam kunjungan ini, saya ingin menawarkan bantuan kerjasama melalui program pendidikan dan pengembangan olahraga catur yang dikhususkan untuk anak-anak. Menurut saya pendidikan catur tidak kalah pentingnya seperti ilmu matematika, karena catur dapat mengasah cara berpikir otak Anda menjadi lebih baik, apalagi jika sudah diperkenalkan sejak usia dini,” ujar Kasparov, saat konferensi pers yang berlangsung di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Jumat (15/11/2013).

“Saya ingin menjalin kerjasama dengan federasi catur di Indonesia kedepannya dan semoga saja program kerjasama ini dapat segera dilaksanakan dan berjalan dengan baik. Bentuk kerjasama ini tentunya akan menarik lebih banyak minat dari masyarakat untuk bermain catur, khususnya untuk anak-anak,” sambungnya.

Kasparov berharap olah raga catur nantinya dapat dimasukkan ke dalam pendidikan ekstrakulikuler di sekolah-sekolah, melalui kerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Selain itu, Kasparov juga memiliki visi untuk menjadikan catur sebagai industri olahraga seperti cabang-cabang olahraga lainnya.

“Saya ingin membuka pikiran banyak orang, bahwa permainan catur bisa menjadi salah satu pendidikan ekstrakulikuler yang bagus bagi anak-anak. Kedepannya saya juga berharap dapat menjadikan catur sebagai salah satu industri olahraga yang maju seperti halnya sepakbola dan bola basket. Dengan catur Anda bahkan tidak memerlukan lahan yang luas dan juga Anda bisa memainkan catur di gadget modern saat ini,” tutup Kasparov.

Grand Master catur Indonesia, Utut Adianto, mengaku senang dengan kunjungan juara dunia catur ke Indonesia, Garry Kasparov. Utut yang juga hadir dalam konferensi pers yang berlangsung di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia itu juga memberikan dukungannya atas program bantuan kerjasama yang ditawarkan Kasparov dalam rangka kampanyenya menjadi presiden FIDE.

“Saya pernah bertanding dengannya di Dortmund pada kejuaraan catur level junior tingkat internasional dahulu. Dia adalah salah satu atlet catur terbaik di dunia dengan segudang pengalaman yang sangat mengagumkan,” ujar Utut.

“Saya pikir kedatangannya ke Indonesia dalam rangka kampanye pencalonan dirinya menjadi presiden FIDE ini akan sangat bermanfaat, apalagi Indonesia adalah Negara pertama yang ia kunjungi. Kasparov juga membawa misi yang besar, yaitu ingin menjadikan olahraga catur sebagai sebuah industri kedepannya seperti cabang-cabang olahraga lainnya,” sambung Utut.

Wakil Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia itu juga menyatakan bahwa program bantuan pendidikan catur untuk usia dini yang ditawarkan oleh  Kasparov akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan olahraga di Indonesia kedepannya.

“Mengenai program untuk mempromosikan catur ke dalam dunia pendidikan yang ditawarkan oleh Kasparov, saya pikir itu sangat bagus bagi anak-anak nantinya. Olahraga catur sangat baik untuk meningkatkan cara kerja otak dalam berpikir, jadi metode olahraga pikiran ini akan memberi manfaat jika dapat diperkenalkan sejak usia dini,” tambah Utut.

“Saya berharap program ini dapat segera terlaksana dan berjalan dengan lancar kedepannya. Saya juga akan memberikan dukungan sepenuhnya untuk program ini,” tutup Utut.

(rin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini