Li Na Tulis Ulang Sejarah di Final

Randy Wirayudha, Jurnalis · Minggu 27 Oktober 2013 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 27 39 887703 maQMxob4QY.jpg Li Na (Foto: Reuters)

ISTANBUL – Li Na memang belum juara di WTA Championships tahun ini, di mana petenis asal China itu baru mencapai partai puncak. Tapi berada di final saja, sedianya Li Na setidaknya dua kali menulis ulang buku sejarah WTA.

 

Sebelumnya, Li Na menyusul Serena Williams ke final dengan menyingkirkan Petra Kvitová. Meski akhirnya menang 6-4 dan 6-2 dari unggulan kelima itu, Li Na mengaku masih belum maksimal lantaran beberapa momen dalam permainannya, tak sepenuhnya bisa terus fokus.

 

“Sekarang saya baru tahu masalah saya di sepanjang turnamen ini. Saya bisa memulai pertandingan dengan bagus, tapi kemudian saya terlalu rileks dan sedikit kehilangan fokus,” aku Li Na, seperti disitat WTATennis, Minggu (27/10/2013).

 

Gelaran WTA sedianya masih menyisakan satu turnamen pamungkas – Tournament of Champions, pekan depan, seusai helatan WTA Championships. Namun Li Na mengaku ajang TEB BNP Paribas ini akan jadi yang terakhir tahun ini, untuk kemudian liburan hingga tahun depan.

 

“Tahukah Anda, turnamen ini akan jadi yang terakhir buat saya musim ini. Semoga saya bisa mengakhiri 2013 dengan hasil bagus,” lanjut petenis kelahiran Wuhan, 31 tahun silam tersebut.

 

Ya, Li Na ingin “happy ending” tahun ini dengan harapan merebut titel WTA Championships di final dari tangan sang juara bertahan – Serena Williams. Jelas, jika Li Na sanggup juara, akan lebih fantastis lagi lantaran Li Na, merupakan petenis Asia pertama di final WTA Championships.

 

Tak hanya itu, Li Na juga dipastikan naik dua peringkat, dari ranking lima ke ranking tiga WTA – yang merupakan peringkat tertinggi yang pernah dicapai petenis Asia. Sebelumnya, raihan tertinggi Li Na beberapa waktu lalu, berada di posisi empat – menyamai rekor Kimiko Date-Krumm di era 90an.

 

“Peringkat tiga besar memang sudah menjadi target saya tahun ini. Saya sangat bahagia bisa meraihnya di pertandingan terakhir saya (final WTA Championships),” tuntas petenis yang pernah merintis karier sebagai pebulutangkis di usia enam tahun tersebut.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini