Kaltenborn: Maria Murah Senyum

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2013 18:21 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 11 37 880470 mvFSD9snzQ.jpg Maria de Villota. (Foto: Eurosport)

KUALA LUMPUR – Formula One (F1) sedang berkabung. Pembalap wanita Maria de Villota ditemukan meninggal dunia, Kamis waktu setempat. De Villota merupakan seorang anggota FIA khusus wanita di motorsport bersama Kaltenborn.

 

Kamis waktu setempat, pembalap 33 tahun itu ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar hotel di Sevilla, Spanyol. Kabar ini membuat Kaltenborn berduka.

 

"Ketika saya bertemu dengannya pertama kali, bahkan pertemuan itu berlangsung belum lama ketika kami diumumkan sebagai duta besar FIA dan kami menghabiskan waktu satu setengah hari di Paris dan dia sangat ceria, antusias, dan sangat senang dengan tes yang akan dilakukannya,” kata Kaltenborn.

 

Kaltenborn sangat salut dengan semangat De Villota. Meski mengalami sebuah kecelakaan yang parah di musim 2012 sehingga membuat mata sebelah kanannya buta, tapi pembalap asal Spanyol itu tetap semangat untuk mengharumkan nama wanita di F1.

 

“Dia mengatakan ‘Saya tidak percaya mendapatkan kesempatan ini dan semua berjalan dengan buruk. Kami kemudian melihat pemeriksaan X-ray setelah insiden itu, apa yang sudah terjadi di kepalanya. Saya tidak percaya bagaimana cepatnya dia pulih. Adiknya mengatakan ‘Dia akan kembali dan dia ingin melakukan ini dan itu’,” lanjutnya.

 

“Dari dia, Anda bisa belajar bagaimana memiliki kekuatan itu di kehidupan karena tidak ada momen di mana Maria selalu tersenyum di wajahnya. Sebab, apapun yang terjadi Maria selalu tersenyum,” jelas dia, sebagaimana diberitakan Autosport.

 

“Orang lain akan mengatakan mereka tidak mau melakukan apa pun di olahraga ini dan hanya menyingkirkannya, tapi Maria sangat berhasrat seperti sebelum mengalami kecelakaan dan dia benar-benar mau membuat sebuah perbedaan,” Kaltenborn menambahkan.

 

“Bahkan, jika dia tidak membalap di Formula One yang menjadi impiannya, Maria tidak pernah hilang harapan. Anda hanya bisa belajar dan memberikan harapan kepada wanita lain. Anda hanya dapat belajar dan menularkannya kepada anak-anak di luar sana, bahwa di sini ada seseorang, yang meskipun tidak lama berkecimpung di olahraga ini. Mudah-mudahan dia telah membuat perbedaan itu,” ucapnya.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini