Perjalanan Karier Maria de Villota

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Jum'at 11 Oktober 2013 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 11 37 880390 f0uiBP7L7c.jpg Maria de Villota. (Foto: Grandprix247)

SEVILLA – Kamis waktu setempat, Maria de Villota ditemukan meninggal dunia oleh keluarganya di sebuah kamar hotel. Maria merupakan anak dari seorang pembalap Formula One (F1). Tidak mengejutkan bila Maria sangat berambisi untuk menjadi seorang pembalap di F1.

 

Setelah memulai karier di ajang karting, Maria melanjutkan perjalanan kariernya dengan berkompetisi di single-seater racing musim 2000 di ajang Formula Toyota series Spanyol. Setahun berikutnya, wanita yang lahir di Madrid itu mengikuti balapan pada even Formula 3 championship di Spanyol.

 

Pada even F1 Spanyol ini, Maria menghabiskan waktu selama tiga tahun 2002-2004, dengan menempati posisi 11 di musim 2002. Setelah itu, Maria mencoba keberuntungan dengan menjajal kompetisi Daytona 24 Hours di musim 2005, mengendarai mobil Ferrari 360 Modena, dan tiga tahun kemudian berlaga di kategori yang tak terhitung. Termasuk European Ferrari Challenge, World Touring Car Championship, Superstars, dan Spanyol GT.

 

Tapi di ajang ADAC Procar seri Jerman Maria menikmati kesuksesan kariernya, dengan meraih kemenangan di Nurburgring musim 2007 dan finis ketiga di klasemen pembalap dengan mengendarai mobil Chevrolet Lacetti untuk Maurer Motorsport.

 

Ambisinya adalah selalu membalap di single-seaters dan musim 2008, dia tampil sekali di Euro 3000 sebelum berkompetisi di sebuah ajang yang berbasis di Inggris, Formula Palmer Audi championship, pada tahun yang sama. Pada musim 2009, Maria bergabung dengan tim balap Atletico Madrid di Superleague Formula.

 

Keinginan Maria untuk berlaga di F1 sangat besar. Dia menjajal mobil pertama pada Agustus 2011 mengendarai mobil Renault R29 selama dua hari. Tim prinsipal, Eric Boullier, saat itu sangat terpesona dengan aksi pembalap yang lahir di Madrid itu.

 

“Maria melakukan apa yang kami harapkan, dia mengalami kemajuan selangkah demi selangkah dan memperoleh beberapa catatan waktu yang sangat baik, dia tidak salah langkah sepanjang hari,” kata Boullier ketika itu, dikutip dari Autosport.

 

Harapan Maria untuk menjadi seorang pembalap wanita di F1 muncul musim 2012, dengan bergabung bersama tim Marussia sebagai pembalap tes. Momen yang ditunggu-tunggunya datang, dia menjalani tes pertama mobil Marussia di Duxford airfield, 3 Juli.

 

Sayang debutnya di arena balapan tidak berjalan mulus. Mobil Maria menabrak sebuah truk dan membuatnya nyaris kehilangan nyawa. Meski harus kehilangan mata sebelah kanan, tapi Maria berhasil sembuh setelah menjalani operasi. Tiga bulan kemudian, dia pertama kali muncul di hadapan media.

 

Sejak insiden itu, Maria terus melanjutkan kariernya di dunia otomotif. Dia juga sempat menghadiri Grand Prix Spanyol dan terus mempertahankan perannya sebagai duta besar FIA untuk wanita di olahraga motorsport.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini