Crutchlow & Rossi Keluhkan Pembatasan Bensin

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 27 September 2013 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2013 09 27 38 872836 Ab9Za9OI78.jpg Calvin "Cal" Crutchlow & Valentino Rossi kesulitan membalap dengan pembatasan bensin (Foto: MotoGP.com)

ALCAÑIZ – Jelang musim ini berakhir dan beralih ke musim 2014, MotoGP sedianya mencanangkan pembatasan volume bensin dari tiap-tiap peserta. Saat ini, volume bensin yang diperbolehkan masih berada di titik 21 liter dan rencananya, akan kembali dibatasi menjadi 20 liter.

 

Mungkin buat Jorge Lorenzo, Marc Márquez serta Dani Pedrosa yang punya postur mungil, takkan menjadi masalah besar. Tapi bagaimana dengan Cal Crutchlow dan Valentino Rossi yang punya bobot badan lebih besar dan lebih tinggi?

 

Crutchlow pun angkat bicara. Joki Yamaha Tech3 itu bisa bersuara dan mengisyaratkan akan menentang regulasi penbatasan bensin tersebut. Alasannya, jelas akan sangat mempengaruhi penampilan mereka.

 

Jika tetap diterapkan, jangankan juara, menyelesaikan lomba pun Crutchlow dan Rossi akan kesulitan. Pasalnya bagaimanapun juga, makin besar bobot si joki, tentu akan makan banyak energi perputaran mesin dan menenggak lebih banyak bahan bakar.

 

“Valentino dan saya selalu membalap dengan bensin terbatas. Sekali balapan dia bisa kehabisan bensin dan di balapan berikutnya, bisa saya yang kehabisan bensin, tergantung bagaimana kami mengendara,” ujar Crutchlow, seperti disadur Eurosport, Jumat (27/9/2013).

 

“Jika kami hanya diberi 20 liter, kami mungkin hanya bisa merampungkan dua seri tahun ini. Di lap pertama kami selalu tertinggal. Valentino dan saya percaya bahwa harus banyak dilakukan pantauan lap pada grid ketika kami mengendara 30km/jam dan itu artinya, kami tak bisa menghangatkan ban,” lanjutnya.

 

Akhirnya, para pembalap dengan bobot besar macam Crutchlow dan Rossi hanya bisa meneruskan adaptasi ban mereka di lap awal dan membuat mereka sulit melakukan start maksimal. Karena jika melakukannya di lap pemanasan, tentu bensin mereka bakal lebih dulu habis sebelum melintasi lap terakhir

 

“Di lap pemanasan, kami masih mencoba menyesuaikan kondisi ban dan ketika balapan sudah dimulai, sudah tertinggal satu lap di belakang Jorge yang lebih ringan (berat badannya) dan punya gaya balap berbeda. Dia bisa menggeber motornya dari awal tapi kami tidak. Kalau kami menggeber di awal, kami takkan bisa bertarung karena kami tak punya cukup bensin,” sambung Crutchlow.

 

Ketika dikonfirmasi kepada The Doctor sendiri, jawara tujuh kali MotoGP itu pun mengamini keluhan Crutchlow,: “Kami sudah bermasalah dengan bensin 21 liter, bayangkan jika hanya 20 liter,” timpal Rossi.

 

“Buat saya masalah besarnya adalah pembalap yang tinggi dan berat punya kerugian berganda jika dibandingkan dengan pembalap ringan yang kecil, karena Anda bisa bisa menggunakan bensin lebih hemat, jadi Anda bisa bertarung lebih nyaman,” ujarnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini