Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kimi Diasupi Strategi Keliru, Lotus Minta Maaf

Randy Wirayudha , Jurnalis-Rabu, 03 Juli 2013 |13:43 WIB
Kimi Diasupi Strategi Keliru, Lotus Minta Maaf
Kimi-Matias Raikkonen (kanan) kesal diberi strategi yang salah dari Lotus (Foto: ist)
A
A
A

ENSTONE – Hanya karena satu keputusan strategi yang salah, Kimi Räikkönen pun harus puas finis di urutan kelima pada GP Inggris, pekan lalu. Driver Lotus itu pun frustrasi hingga akhirnya, team principal Eric Boullier berutang maaf padanya.
 
Utang itu pun tak lama dipenuhi Boullier dengan meminta maaf pada pembalap asal Finlandia itu. Padahal jika Lotus memberinya strategi yang tepat, setidaknya Kimi bisa mengamankan satu spot podium di seri Silverstone lalu.
 
Di GP Inggris lalu, Kimi punya kans bagus untuk menduduki podium – bahkan memenangkannya ketika banyak driver yang diterpa bencana pecah ban. Belum lagi mobil sang juara bertahan, Sebastian Vettel, mesti ringsek di tengah trek lantaran masalah pada gearbox-nya.
 
Namun ketika terjadi suatu insiden dan safety car keluar, Lotus memberi masukan strategi untuk Kimi tetap di lintasan dan bertahan dengan ban compound hard-nya. Sementara para pembalap lain masuk ke pit-stop dan mengganti ban. Alhasil, Kimi tak mendapat traksi sebaik pembalap lain di sisa balapan dan hasilnya itu tadi, Kimi mesti finis di tempat kelima.
 
“Strategi kami cukup baik hingga keluarnya safety car untuk terakhir kaminya. Seharusnya kami memanggil Kimi (ke pit-stop) dan membuatnya meraih setidaknya satu posisi podium. Tapi sayangnya, kami membuat keputusan yang salah dan kami meminta maaf pada Kimi dan juga timnya,” tutur Boullier.
 
“Jelas bahwa kami membuat kesalahan, tapi tak ada tim yang bisa membuat keputusan yang tepat di tiap kalinya, baik soal strategi balap, filosofi desain mobil atau aspek lain dalam olahraga ini,” sambungnya, seperti dilansir GMANetwork, Rabu (3/7/2013).
 
Usai meminta maaf, Boullier ingin menebus “dosanya” dengan memberikan upaya set-up berbeda dan pastinya yang terbaik untuk The Iceman (julukan Kimi), kembali mengaspal di GP Jerman, 7 Juli mendatang.
 
“Kimi sangat frustrasi ketika dia keluar mobil, dan itu bisa dimengerti. Kami tak mengharapkan pembalap yang tak frustrasi setelah apa yang terjadi kala itu. Tapi tak ada gunanya terduduk dan bersungut di pojokan. Kini kami akan fokus meraih hasil bagus di Jerman,” pungkas Boullier.

(Randy Wirayudha)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement