Tim Equestrian Batal ke Piala Dunia, Menpora & KONI Diminta Perhatikan Atlet

Windi Wicaksono, Jurnalis · Selasa 26 Maret 2013 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2013 03 27 43 781995

JAKARTA - Adanya dugaan malpraktik yang menimpa atlet equesterian Indonesia, Adinda Yuanita, Komisi X DPR-RI mengaku prihatin dan akan mendorong Kementerian Pemuda dan Olahraga membantu sang atlet.

 

Seperti diketahui, dengan musibah yang menimpa Adinda, tim equestrian Indonesia gagal berkiprah di Rolex Worldcup 2013 di Swedia. Salah seorang anggota Komisi X DPR, Muslim, menyayangkan peristiwa ini dan berharap adanya perhatian dan Menpora Roy Suryo dan KONI.

 

"Saya pikir ini juga (kejadian yang menimpa Adinda) menjadi perhatian Komisi X juga. Ini menyangkut olahraga dan batalnya Indonesia tampil di Rolex worldcup 2013 di Swedia amat disayangkan," ujar Muslim kepada wartawan, Selasa (26/3/2013).

 

"Kita minta agar Menpora dan KONI lebih serius menangani kasus malpraktek terhadap atlet ini oleh dokter rumah sakit bersangkutan," katanya.

 

Muslim menyadari gagalnya tim equestrian ke Piala Dunia adalah sebuah kerugian. Apalagi, Merah Putih berpotensi meraih prestasi di ajang tersebut. Dia pun meminta agar Adinda juga bisa menyampaikan keluh kesahnya kepada Komisi X DPR.

 

"Kita pun menyayangkan hilangnya kesempatan Indonesia untuk tampil di Piala World Cup di Swedia. Komisi X terus mendukung para atlet untuk menyuarakan berbagai masalah, termasuk masalah malpraktek ini," tutur anggota fraksi Demokrat ini.

 

"Komisi X selalu terbuka jika atlet tersebut ingin mengeluarkan keluh kesahnya kepada kami, dan bercerita tentang masalahnya pada kami," tandasnya.

 

Perjalanan panjang upaya Adinda Yuanita mengibarkan merah putih pada kancah pertandingan equestrian di tingkat Asia Tenggara akhirnya berhasil menempatkan tim kuda “Equinara Zandor” dan rider Ferry Wahyu Hadiyanto pada ranking pertama di liga Asia Tenggara Rolex Show Jumping Ranking dengan mengumpulkan point tertinggi 19. Hal ini secara otomatis mengantarkan mereka sebagai tim Indonesia pertama dalam sejarah equestrian Indonesia yang lolos sebagai finalis pada ajang paling bergengsi piala dunia FEI Rolex World Cup 2013 di Swedia.

 

Kejadian dugaan malpraktek berawal pada 13 November 2012 lalu. Saat itu, Adinda ingin memeriksakan kondisi fisiknya dengan salah seorang dokter sepesial tulang di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta, setelah dia terjatuh dari kuda.

 

(win)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini