"Olahraga Jeblok, Nasionalisme Tergerus"

Muhammad Saifullah , Jurnalis · Rabu 07 November 2012 08:33 WIB
https: img.okezone.com content 2012 11 07 40 714743 Jf4lSWlga2.jpg Foto: Dok.Okezone

JAKARTA - Minimnya prestasi Indonesia dibidang olahraga diprediksi bakal mereduksi spirit nasionalisme. Ketua fraksi PKB, Marwan Ja’far menyarankan agar para petinggi di tiap-tiap cabang olahraga serius melakukan tugasnya, bukannya mengusung misi tertentu.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, Indonesia terus mengalami kemerosotan dalam urusan olahraga. Para atlet tidak lagi mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa dengan prestasi dalam bidang olahraga.

Perhelatan Olimpiade 2012, London, menjadi salah satu bukti sahih keterpurukan Indonesia. Dalam ajang empat tahunan tersebut, Indonesia tak mampu berbicara banyak. Bahkan, di cabang bulu tangkis, yang mana Indonesia dikenal sebagai salah satu langganan juara, malah tak mampu menyumbangkan satu pun keping medali.

Kondisi inilah yang menggerakan Ja’far untuk memberikan ide-idenya dalam mengembalikan kejayaan olahraga Indonesia. Dia menilai, prestasi olahraga berbanding lurus dengan semangat nasionalisme.

“Jika prestasi olahraga kita jeblok, sama halnya dengan mereduksi spirit nasionalisme,” ujarnya.

“Sebagaimana kita tahu bersama, bendera Merah Putih kita dikibarkan dan dihormati di panggung internasional karena dua hal; pertama, ketika pejabat negara Indonesia melakukan kunjungan resmi ke negara lain. Kedua, ketika  atlet Indonesia berprestasi di luar negeri,” sambungnya.

Lebih jauh, Ja’far menilai, seluruh cabang olahraga harus dipimpin dan diurus oleh orang yang berkompeten di bidangnya, dan sebaiknya dijauhkan dari tarik menarik kepentingan politik praktis. Sehingga, jabatan di dunia olahraga bukan untuk menjadi ajang pencitraan dan kepentingan politik bagi orang maupun kelompok tertentu, namun dilandasi semangat dan ketulusan untuk memajukan olahraga dan menancapkan prestasi dalam berbagai event.

“Pembinaan seluruh cabang olahraga juga dilakukan secara dini, terencana dan terukur, dengan mengutamakan menjaring bibit-bibit unggul agar terjadi regenerasi. Seiring dengan itu, pembinaan harus dibarengi dengan pelatih yang profesional dan sarana serta prasarana olaharga yg memadai, termasuk asupan gizi dan uang pembinaan yang layak bagi para atle,” lanjutnya.

“Kesuksesan cabang olahraga tidak saja diraih lantaran adanya latihan rutin yang sungguh-sungguh, kerja keras, disiplin tinggi, tekun, dan semangat untuk selalu menang, namun harus didukung oleh riset ilmu pengetahuan. Pada olahraga tertentu, kehadiran dan support ilmu pengetahuan sangat membantu keberhasilan para atlet di arena laga,” pungkasnya.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini