De Villota: Satu Mata Lebih dari Cukup

Randy Wirayudha, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2012 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 12 37 702968 3ji1voNQTM.jpg Maria de Villota Comba (Foto: Reuters)

MADRID – Sesudah merasa pulih usai naik meja operasi, María De Villota muncul untuk yang pertama kalinya sejak mengalami kecelakaan berat, awal tahun ini. De Villota cedera serius dan masih bisa diselamatkan meski akhirnya kehilangan mata kanannya.

 

Awal tahun 2012 lalu, De Villota yang amat antusias melakukan test-drive bersama tim Marussia, harus melupakan mimpinya turun di lintasan F1, setelah kecelakaan parah di Duxford Aerodrome. Kabar ini pun membuat syok banyak pihak dan ucapan simpati pun tak sepi mendatanginya.

 

Kemarin malam waktu setempat, De Villota tampil ke muka media, untuk menceritakan bagaimana dilema-nya De Villota saat operasi. Selain membedah sedikit bagian tengkoraknya, De Villota juga mesti merelakan mata kanannya.

 

“Saat akan dioperasi, saya menanyakan kepada dokter, ‘apakah anda dokter bedah?’ dia bilang, ‘Ya, benar’. Saya tanya lagi, ‘apakah anda memerlukan kedua tangan anda untuk membedah?’ dan dia bilang, ‘Ya, tentu’. Saya bilang lagi, ‘Well, saya pembalap F1 dan saya butuh kedua mata saya’. Seandainya dokter itu punya pilihan, pengangkatan mata itu pasti akan jadi keputusan saya sendiri,” kenang De Villota.

 

Dengan tidak sempurnanya indera penglihatan, dipastikan wanita berusia 32 tahun itu takkan lagi bisa beraksi di kokpit jet darat manapun. Kendati begitu, De Villota masih bersyukur karena diberkahi keajaiban dengan masih bisa hidup. Dengan satu matanya itu, De Villota mengaku bisa melihat ‘lebih’ dari apa yang pernah dilihat dengan kedua matanya.

 

“Ketika anda masih bisa melihat keluarga dan kekasih yang memandangi anda, hal itu bagaikan mukjizat. Lalu anda tersadar bisa melihat ‘lebih’ dari sebelumnya,” lanjutnya kepada ESPN, Jumat (12/10/2012).

 

“Karena sebelumnya anda hanya bisa melihat Formula One, saya hanya bisa melihat diri saya di kokpit mobil dan tak bisa melihat apa yang penting dalam hidup. Sekarang saya memikirkan hidup saya dan saya bisa menakar pentingnya nilai keajaiban ketika saya diselamatkan dokter,” tandas De Villota.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini