Murray Akhiri Penantian Inggris Raya

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Selasa 11 September 2012 13:49 WIB
https: img.okezone.com content 2012 09 11 39 688174 cBgQWkcmZe.jpg Andy Murray. (Foto: Reuters)

NEW YORK – Andy Murray mengakhiri penantian Inggris Raya untuk mengangkat trofi Grand Slam. Murray menjadi juara US Open 2012 setelah mengalahkan Novak Djokovic.

Inggris Raya pernah memiliki seorang petenis hebat bernama Fred Perry, tapi itu sudah lama sekali. Perry adalah petenis Inggris Raya terakhir yang berhasil menjadi juara Grand Slam pada musim 1936.

Ini juga menjadi penantian panjang Murray juga untuk menjadi juara di Grand Slam. Sebenarnya, petenis kelahiran Skotlandia itu sempat menembus partai final pada Australian Open (2010 dan 2011) serta Wimbledon (2012).Namun, usahanya tersebut kandas setelah kalah di partai final.

Kini, Murray bisa bernafas dengan lega. Petenis peringkat tiga dunia itu menjawab kritikan dengan meraih gelar juara US Open, setelah mengalahkan Novak Djokovic.

“Saya sering ditanyakan mengenai ini sering sekali ketika saya sering nyaris mendapatkan Grand Slam sebelumnya. Saya berharap sekarang ini bisa menjadi inspirasi anak-anak untuk bermain tenis dan juga mengharumkan nama petenis Inggris Raya,” jelas Murray.

Pada final 2010, Murray sempat menangis ketika harus dikalahkan Roger Federer di final Australian Open. Belum lama ini, Murray kembali harus menangis saat lagi-lagi dikalahkan Federer pada final Wimbledon.

Namun, hari ini, Murray benar-benar bahagia. Petenis 25 tahun itu berhasil menghapus dahaga gelar juara Grand Slam, setelah pada partai final mengalahkan Djokovic 7-6 7-5 2-6 3-6 6-2.

“Saya sangat emosinal sekali. Saya sedikit mengeluarkan air mata di lapangan. Anda menangis bukan karena sedih, tapi anda menangis karena bahagia,” tandasnya. Sebagaimana diberitakan Reuters, Selasa (11/9/2012).

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini