nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taekwondo DIY Minimal 2 Emas

Ridwan Anshori, Jurnalis · Rabu 05 September 2012 15:04 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2012 09 05 251 685514 U4ZNdRTrkU.jpg

YOGYAKARTA – Tim Taekwondo DIY siap mewujudkan dua medali emas dalam ajang PON XVIII, 9-220 September mendatang. Taekwondo DIY mengirimkan 10 atlet terbaiknya di ajang pesta olah raga terbesar di Tanah Air itu. Mereka akan bertanding di 10 kelas dari 16 kelas yang dipertandingkan.

 

Pelatih Taekwondo DIY Devi Tirtawirya mengakui, kontestan di cabang olah raga (cabor) ini sangat berat. Sebelum berlaga di PON harus menjalani Pra PON, sehingga mereka yang bertanding di PON merupakan taekwondoin handal dari masing-masing kontingen. "DIY meloloskan 10 atlet untuk PON. Kontingen mana yang paling kuat sulit diprediksi karena yang bertanding di PON adalah taekwondoin terbaik dari masing-masing kontingen," ungkapnya, Rabu (5/9/2012).

 

Dia menambahkan, satu kelas akan diikuti sekitar 8-9 peserta dari berbagai kontingen. Setiap peserta di masing-masing kelas, adalah yang terbaik. "Masing-masing kelas sangat kompetitif dai segi fisik maupun teknik. Mungkin yang membedakan hanya kesiapan mental. Jadi, siapa yang siap dia yang akan menang," jelas Devi.

 

Namun, dia optimistis Tim Taekwondo DIY mampu memberikan yang terbaik. Setidaknya di cabor tersebut, DIY mampu membawa pulang minimal dua medali emas. "Target kami dari 10 atlet yang dikirim, minimal dua medali emas. Masing-masing untuk jenis poomsae (seni) dan fight," tegasnya.

 

Dia menambahkan, untuk mewujudkan ambisi 2 medali emas itu, dua atlet sudah dikirim ke Taiwan jauh-jauh hari sebelum laga PON digelar. Kedua taekwondoin andalan tersebut adalah Fitriana Mansur dan Fisna Deska. Di negara tersebut keduanya menjalani latihan resmi secara intensif. Satu atlet lagi atas nama Danny Harsono berlatih di Jakarta. "Tujuh atlet lainnya berlatih secara intensif di training center (TC) UNY dan Yogyakarta Taekwondo Center," imbuhnya.

 

Khusus bagi taekwondoin DIY yang berlatih di TC UNY maupun Yogyakarta Tawekwondo Center menjalani latihan secara intensif, minimal 6 jam dalam sehari. "Selama TC berlangsung, taekwondoin kita mengalami peningkatan signifikan. Mental bertanding juga kian mantap. Itulah yang membuat kami optimis bisa meraih hasil positif di Riau," ungkapnya.

 

Peluang DIY cukup besar membawa pulang medali emas. Apalagi pada PON Riau mendatang, cabor taekwondo menggunakan sistem yang berbeda dari biasanya. Di Riau poin kemenangan ditentukan berdasarkan body protektor electric. "Ini (body protector electric) merupakan hal baru bagi DIY termasuk daerah lain. Baru kali ini menggunakan sistem tersebut. Dua atlet yang kita kirim ke Taiwan juga dalam rangka adatasi dengan alat tersebut. Sehingga, peluang bagi DIY merebut emas sangat terbuka," papar Devi.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini