Para Petinggi Tim Optimistis GP Bahrain Tetap Digelar

A. Firdaus, Jurnalis · Sabtu 21 April 2012 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 21 37 615780 KytQTJF6xV.jpg Seorang wanita dan anaknya melewati depan grafiti anti Formula One di Desa Barbar, Manama (Foto: Reuters)

SAKHIR- Kondisi terakhir di Bahrain semakin mencekam, tapi beberapa petinggi Formula One (F1) tetap yakin gelaran balapan bergengsi ini akan tetap berjalan. Bahkan Supremo F1, Bernie Ecclestone menjelaskan kekhawatiran hanyalah omong kosong saja.

 

Sikap sentimennya tersebut juga akan dibuktikan dengan keamanan yang super ketat untuk melindungi pergelaran F1 yang sempat ditiadakan di musim lalu. Perhatian khusus untuk personil keamanan tertuju pada demonstran yang membawa bom motolov. Bahkan 95 pendemo telah berhasil ditangkap oleh pihak keamanan.

 

Selain itu, di tempat terpisah, Martin Whitmarsh selaku pihak dari tim McLaren, membantah bahwa pergelaran F1 memiliki tujuan politik terselubung. Baginya tujuan utama F1 adalah murni olahraga semata.

 

“Kami di sini untuk balapan. Itu prioritas kami yang utama. Saya tidak berpikir bahwa tujuan dari ini adalah untuk masuk ke dunia politik,” ujar Whitmarsh, seperti disitat Crash, Sabtu (21/4/2012).

 

“Saya kira ada banyak dukungan untuk balapan dari semua bagian masyarakat di sini (Bahrain), jadi saya pikir itu positif. Seringkali mayoritas tidak mendengar pada kesempatan ini tapi saya pikir ada cukup banyak dukungan. Anda bisa merasakannya di sini dengan tiket yang telah terjual,” lanjutnya.

 

Sementara pernyataan dari Whitmarsh diamini oleh pimpinan dari rivalnya, Christian Horner selaku pemimpin Red Bull. Menurutnya, tak ada tujuan lain dari pergelaran F1 ini selain olahraga.

 

“F1 adalah olahraga. Itu salah untuk menganggapnya sebagai bagian dari politik. Kami di sini untuk balapan. Bagi kami, ini tentang mencoba untuk mengambil manfaat dari akhir pekan, sebagai tim olahraga di sebuah kejuaraan olahraga,” tegasnya.

 

Kabar terakhir, dua dari 12 tim yang tersisa, bingung setelah menyaksikan demonstran melemparkan bom molotov. Dua anggota tim Force India pulang ke Inggris meskipun tim lain, Sauber, melanjutkan untuk bersiap balapan.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini