nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cedera Tak Mampu Bendung Pebulutangkis Ini

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2012 17:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 03 02 40 586179 I00bIUxzkS.jpg Pratiwi. (Foto: Dok. MILO)

MALANG – Kejuaraan MILO School Competition Malang memang tidak jauh berbeda dibandingkan dengan kejuaraan di Gresik tahun lalu. Jumlah peserta membludak dan semangat anak-anak untuk terus maju dan pantang menyerah dalam meraih Piala Taufik Hidayat tinggi.

 

Semangat bertanding dan ingin jadi juara sejati ini ditunjukkan Pratiwi (15) pemain unggulan ke-6 dari SMPN I Pakis Malang. Meski cedera pada pergelangan tangan kanan sejak sebulan lalu akibat kecelakaan, Pratiwi terus mengayunkan raketnya untuk melakukan pemanasan sebelum bertanding di hari ketiga, Jumat (2/3/2012) di GOR Master Malang.

 

Sambil merasakan sedikit rasa sakit dan tidak nyaman pada pergelangan tangannya, Pratiwi optimis, masih bisa tampil semaksimal dan sebagus mungkin. “Saya dan Anindita adik saya ikut beregu mewakili SMPN I Pakis Malang. Jadi main berpasangan di nomor beregu dan mau tidak mau, saya harus bisa memotivasi adik saya juga,” ujarnya.

 

Pratiwi mengakui memang agak kesulitan membagi waktu antara berlatih bulutangkis dengan belajar pada saat ini. Pasalnya, di bulan April, dirinya mengikuti ujian nasional masuk SMA. Imbasnya, Pratiwi hanya bisa berlatih seminggu sekali, sebelumnya ia berlatih setiap hari.

 

“Saya yakin bisa tampil semaksimal mungkin karena saya juga ingin jadi juara dunia seperti Taufik Hidayat,’’ujar Pratiwi peraih juara I perorangan di kejuaraan bulutangkis Antar Sekolah se Kota Malang 2012 dan Porprov 2011 untuk juara I Beregu dalam rilis yang didapat Okezone, Jumat (2/3/2012).

 

Sementara itu, Andriani ibunda Pratiwi hanya bisa berharap yang terbaik bagi anak-anaknya. Pasalnya, Pratiwi dan Anindita sudah dikenalkan dunia bulutangkis sejak usia dini.

 

“Semangat berlatih dan selalu ingin jadi juara juga sudah ditunjukkan Pratiwi sejak TK usia 3 tahun. Mengingat saat itu usianya masih kecil dan belum bisa masuk klub, Pratiwi sering dilatih sama ayahnya sendiri. Baru kelas 2 SD, dimasukkan ke klub,” cerita Andriani dalam memompa semangat bertanding anak-anaknya.

 

Hal senada juga disampaikan Slamet pembimbing Pratiwi. Menurut Slamet, di kejuaraan MILO School Competition ini, Pratiwi ditargetkan bisa masuk di babak final. Ini berdasarkan jam terbang dan prestasi yang sudah diraih Pratiwi di kejuaraan sebelumnya.

 

Apalagi dalam nomor beregu, Pratiwi dipasangkan dengan Anindita adiknya sendiri. “Dari klub yang kami jagokan Pratiwi untuk tingkat SMP dan Deanisa di tingkat SD. Dari sekolah yang kami bimbing ada 15 regu SD dan 5 regu SMP. Sedangkan pemain perorangan ada 40 siswa,” kata Slamet pembimbing dari PB Suryanaga Malang.

 

Slamet menambahkan lawan main yang dianggap berat bagi Pratiwi dan adiknya dalam nomor beregu adalah SMP Semen Gresik yang menjadi unggulan pertama dan SMP Shafta Surabaya unggulan kedua. Dalam babak semifinal beregu putri SMPN 1 Pakis Malang yang merupakan unggulan ke-4 untuk nomor beregu bertanding dengan SMP Shafta Surabaya (Putri) unggulan ke-2.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini