nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dimulai dari Sawahlunto Berakhir di Padang

Achmad Firdaus, Jurnalis · Rabu 18 Januari 2012 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2012 01 18 43 559260 JulL6TFuh8.jpg Foto: Wamen Sapta Nirwandar (enam dari kanan)/okezone

JAKARTA - Event balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) akan memasuki tahun keempat. Di tahun 2012 ini, ajang balap sepeda internasional ini akan digelar pada 4-10 Juni.

Hal ini diketahui dalam Rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dr Sapta Nirwandar dan dihadiri Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, para Bupati, Walikota se-Sumatera Barat, pengurus Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI), perwakilan Union Cycliste Internationale (UCI) dan Amaury Sport Organization (ASO) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Rabu (18/1/2012).

Pada TdS 2012 ini, akan ada peningkatan baik itu dari jumlah peserta, maupun hadiah yang akan diperebutkan. Untuk peserta, jika di tahun lalu ada 12 negara yang ambil bagian, maka tahun ini naik menjadi 15 negara, termasuk tuan rumah, Indonesia.

Total hadiah yang akan diperebutkan juga mengalami peningkatan signifikan. Di TdS 2012 nanti, pemerintah provinsi Sumbar dan sejumlah sponsor akan menyediakan hadiah sebesar Rp1 miliar.

Untuk jumlah etape, sama seperti tahun lalu, yakni sebanyak 7 etape yang akan melintasi 14 kabupaten kota dengan rute yang menantang. Ada dua kabupaten baru yang akan masuk dalam rute balapan, yakni Sijunjung dan Pesisir Selatan. Untuk jarak, totalnya hampir 800km di mana setiap etape berjarak lebih dari 100km.

Sementara untuk balapan, tahun ini akan diikuti sekira 150 pembalap. Start akan mengambil tempat di Sawahlunto dan berakhir di Padang. “Kita mengambil referensi dari Tour de France, startnya dinamis tapi finisnya yang tetap di Paris (Ibukota). Sementara kita start di Sawahlunto dan finis di Padang, karena ini akan memudahkan para pembalap maupun wisatawan asing untuk kembali ke negaranya masing-masing,” tutur Sapta.

Indonesia sendiri rencananya akan mengirimkan 17 tim, yang notabene lebih banyak di banding tahun lalu yang hanya 11 tim. “Untuk tim, ada peningkatan dan ada beberapa tim baru juga tapi belum bisa saya konfirmasi. Untuk Indonesia akan ada 17 tim, namun hanya enam atau tujuh tim yang akan dapat subsidi, tergantung peringkat,” sambungnya.

Untuk meramaikan perhelatan kali ini, masing-masing kabupaten kota yang akan masuk dalam rute akan memamerkan budaya masing-masing. Mulai dari parade kesenian hingga festival Rendang, makanan khas Sumbar. Tak hanya itu, ajang ini juga sebagai promosi tempat pariwisata yang ada di Sumbar.

“Kita punya banyak tempat pariwisata untuk dijual. Adanya Tour de Singkarak diharapkan bisa meningkatkan jumlah wisatawan (asing) yang saat ini sudah mulai bertahap, setelah sebelumnya sempat drop ketika Padang diguncang Gempa,” imbuh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Untuk mengakomodir masalah akomodasi seperti tahun lalu di mana tempat penginapan yang belum mencukupi, di tahun ini pemerintah kota Sumatera Barat sudah mempersiapkan dengan baik.  

“Akan ada hotel dan penambahan wisma yang diperbaiki, mudah-mudahan cukup. Ada sekira 200 kamar akan dibangun, meski pastinya akan ada beberapa kekurangan karena ini berbeda dengan hotel-hotel bintang empat atau lima,” pungkas Sapta.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini