Jakabaring Lengang Pasca SEA Games

Deddy Pranata, Jurnalis · Jum'at 25 November 2011 01:36 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 25 462 533945 L62gYM0JYw.jpg Foto: Gelora Jaka Baring/ ist

PALEMBANG - Jakabaring Sport City yang sempat hingar bingar dalam enam bulan terakhir mendadak sepi pasca selesainya pesta olahraga SEA Games XXVI di Palembang, Sumatera Selatan.

Hampir tidak terlihat aktifitas yang mencolok di dalam dan sekitar komplek Jakabaring. Saat ini yang tersisa hanyalah suasana yang sepi dan sisa beragam jenis sampah. Rusli Nawi, Kepala satuan tugas Kebersihan dan pengamanan Jakabaring Sport City mengatakan pihaknya saat ini tengah mengembalikan JSC sebagai kawasan yang asri dan bersih seperti sedia kala.

Ia tak menapik bila kawasan tersebut terlihat semrawut usai digelar SEA Games. Pasalnya terdapat tumpukan sampah dan beberapa bagian dari rumput taman mati akibat sering terinjak pengunjung.

"Ini resiko kalau ada event besar. Banyak rumput yang mati akibat ulah tangan jahil dan beberapa fasilitas yang perlu diperbaiki," kata Rusli Nawi.

Ia menjamin kawasan itu akan kian asri paling lambat hingga dua bulan kedepan. Beberapa bagian yang tampak lusuh seperti di taman depan Gelora Sriwijaya Jakabaring, taman depan Venues serta taman di bundaran Jakabaring.

Demikian juga dengan sarana pendukung dari hajatan itu mulai dikandangkan seperti Golf Car, Bus Angkutan, serta sepeda. Selanjutnya kendaraan tersebut akan segera di fungsikan untuk keperluan angkutan massal yang bersifat komersil.

Kepala dinas perhubungan Sumatera Selatan, Sarimuda mengatakan pihaknya mendapat bantuan 5 unit bis dari kementerian perhubungan yang diperuntukan bagi angkutan dalam komplek JSC.

Kelima unit bus besar itu untuk sementara terpaksa dikandangkan di depan kantornya sembari menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah setempat. Ia mengaku telah mengajukan agar kendaraan itu dapat digunakan bagi angkutan luar kota dengan jarak yang tak terlalu jauh.

"Kita minta agar kendaraan itu dapat dipakai jadi angkutan penumpang jarak dekat. Bukan tidak mungkin akan kita hibahkan pada pengelola BRT transmusi," kata Sarimuda.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini