Jadikan SEA Games Momentum Kebangkitan Olahraga Nasional

Sebastianus Epifany, Jurnalis · Kamis 24 November 2011 02:15 WIB
https: img.okezone.com content 2011 11 23 462 533399 RaU1BLnWlX.jpg Logo SEA Games XXVI (Foto: Ist)

JAKARTA - Pemerintah harus menjadikan hasil SEA Games ke-26, yang menempatkan Indonesia sebagai juara umum, sebagai momentum kebangkitan olahraga nasional. Inilah saat yang tepat untuk lebih meningkatkan lagi prestasi dan kemampuan para atlet nasional.

 

Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi X DPR, Raihan Iskandar. Tak hanya itu, Raihan juga merasa Indonesia harus bisa mempertahankan prestasi ini untuk SEA Games selanjutnya, pada tahun 2013, yang diselenggarakan di Myanmar.

 

“Secara jujur pula kita akui bahwa keberhasilan tersebut diraih ketika kita sebagai tuan rumah. Oleh karena itu, SEA Games berikutnya di Myanmar tahun 2013 nanti harus dibuktikan pula bahwa kita tidak hanya juara ketika kita sebagai tuan rumah,” ujar Raihan, seperti dari rilis yang diterima Okezone, Rabu (23/11/2011).

 

“Pemerintah harus menjadikan SEA Games sebagai batu lompatan untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi. Jangan hanya berhenti pada target level Asia Tenggara. Ajang Asian Games tahun 2014 di Incheon, Korea Selatan dan Olimpiade tahun 2012 juga harus dijadikan ajang pembuktian prestasi atlet-atlet kita yang sesungguhnya.” tambahnya.

 

Dalam pandangan Anggota DPR dari Daerah Pemilihan Aceh II ini, Pemerintah harus lebih serius lagi meningkatkan kemampuan para atlet. Pemerintah harus menunjukkan komitmennya secara terus menerus mengembangkan dunia olahraga tanah air.

 

“Pemerintah harus segera mempersiapkan atlet-atlet yang akan diikutsertakan dalam berbagai ajang pertandingan olah raga tersebut, terutama pada cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.” ungkap Raihan.

 

Selain itu, Politisi PKS ini juga menyoroti perihal penyelenggaraan, berdasarkan pengalaman menyelenggarakan SEA Games ini, Pemerintah harus melakukan evaluasi mulai dari persiapan sampai pelaksanaannya.

 

“Berbagai masalah selama masa persiapan dan pelaksanaannya, seperti kasus wisma atlet, kekurangsiapan sejumlah venue karena singkatnya waktu persiapan, harus dijadikan pelajaran, agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi jika kita menyelenggarakan kegiatan olah raga pada ajang yang lebih tinggi, seperti Asian Games.” tutup Raihan.

(seb)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini