Denda Apabila Meretweet Pesan Pemain

Sabtu 03 September 2011 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2011 09 03 36 498424 jOiA5tynya.jpg Foto: Penulis Artikel Nelson Gautama

JAKARTA - Denda satu juta dollar apabila meretweet pesan pemain? Terdengar tidak masuk akal bukan. NBA melarang pemainnya untuk bermain ketika collective bargaining agreement [CBA] periode terakhir telah berakhir tanggal 1 Juli 2011 kemarin, dan asosiasi pemain dan pemilik tim NBA gagal mensepakati syarat-syarat dalam CBA baru.

NBA menjadi liga olahraga profesional kedua yang melakukan lockout setelah NFL, karena perselisihan tenaga kerja.

 

NBA sendiri telah menguraikan secara detail tentang apa yang diperbolehkan dan tidak selama lockout berlangsung:

 

• Pelatih, general managers, dan officials NBA diperbolehkan untuk memfollow twitter para pemainnya, namun mereka tidak boleh mengirim pesan kepada pemain atau me-retweet pesan pemain.

 

• Semua tim di NBA juga dilarang untuk berkomunikasi/berhubungan/berinteraksi dengan para pemain dan pelatihnya.

 

• Seperti yang dilaporkan juga oleh Ric Bucher dari ESPN, bahwa melakukan pencarian bakat [talent scouting] calon pemain NBA juga tidak diperbolehkan.

 

• Mereka juga tidak diperbolehkan untuk menonton latihan atau kompetisi lain yang tidak terbuka untuk umum.

Para tim di NBA sudah diperingatkan bahwa pelanggaran terhadap larangan-larangan di atas akan dikenakan sangsi sebesar $1 juta dan kemungkinan kehilangan draft picks. Commissioner David Stern dan para karyawan NBA mengatakan bahwa mereka tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran apapun.

 

"Sebenarnya tahun 2011 merupakan tahun yang bagus buat fans yang mengapresiasi NBA. Namun sayangnya, CBA yang lama tidak menguntungkan buat para pemilik tim, dan sistem yang ada tidak membuat tim dengan media market yang kecil menikmatinya," ujar Stern. "Tujuan kami melakukan lockout adalah agar CBA yang baru membuat liga NBA menjadi bisnis yang menguntungkan dan membuat liga dimana 30 tim di dalamnya dapat bersaing."

 

Semua bisnis yang berhubungan dengan liga NBA pun secara resmi ditunda, dimulai dengan tidak adanya free agency pada hari pertama NBA lockout berlangsung. NBA summer league [di Las Vegas], yang juga merupakan acara rutin NBA setiap tahun, sudah dibatalkan.

 

Pertandingan preseason di Eropa juga tidak dijadwalkan untuk tahun ini. Pemain juga harus memutuskan apakah mereka mau mengambil resiko untuk bermain di kualifikasi olimpiade musim panas ini, tanpa bantuan dari NBA dalam mengamankan asuransi untuk pemain apabila cedera.

Sekitar 90% dari pemain NBA mendapatkan gaji mereka dari tanggal 15 Nov sampai 30 April. Jadi untuk sementara waktu mereka tidak akan merasa kehilangan pemasukan selama lockout berlangsung.

 

Jadwal gajian reguler di NBA adalah 12x pembayaran setiap dua minggu sekali [dari tanggal 15 Nov sampai 30 April], namun ada juga beberapa pemain yang dibayar selama 12 bulan dalam setahun.

 

Tim NBA sendiri sebenarnya hanya diharuskan untuk membayar 20% dari gaji pemain pada saat jadwal gajian reguler. Sisa 80% dari gaji pemain dapat dibayar sesuai dengan permintaan dari pemain [yang telah disetujui dengan tim sebelumnya].

 

"Untungnya kami sudah mengetahui bahwa lockout akan terjadi selama beberapa tahun terakhir. Saya sudah memberi tahu teman-teman saya untuk menyimpan uang, bahkan kepada pemain-pemain muda yang baru masuk ke NBA agar bersiap menghadapi segala kemungkinan," ujar Chris Paul.

 

"Saya pikir fans akan memiliki pandangan negatif terhadap lockout seperti 'Kenapa kedua belah pihak tidak bisa menemukan jalan keluarnya?'" ujar Stern.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

 

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

 

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini