Honda Tanggapi Dingin Pengalihan GP Jepang ke Suzuka

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Senin 29 Agustus 2011 18:00 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 29 38 497808 uh36lfvUGT.jpg Foto: Lay-out sirkuit Suzuka (Ist)

SAITAMA - Wacana pengalihan GP Jepang dari Motegi ke Suzuka ditanggapi dingin oleh Wakil Presiden Honda, Shuhei Nakamoto.

Sebagai pemilik sirkuit Suzuka, Honda, tidak mungkin rasanya memindahkan balapan GP Jepang ke Suzuka, karena terdapat beberapa bagian lintasan sirkuit yang tidak cocok dengan standarisasi kelas MotoGP, seperti hairpin dan beberapa bagian lintasan lainnya.

GP Jepang memang menjadi polemik tersendiri dalam kalender MotoGP. Awalnya, GP Jepang direncanakan berlangsung di sirkuit Twin Motegi, namun karena kebocoran reaktor nuklir di Fukushima, imbas dari bencana tsunami pada Maret silam, DORNA dan FIM akhirnya sepakat menunda GP Jepang yang direncanakan dihelat pada 24 April 2011 lalu.

Petinggi MotoGP sepakat menangguhkan Grand Prix ini dan setuju menghelatnya pada 2 September nanti, namun reaksi keras datang dari pembalap yang masih mencemaskan efek radiasi yang mungkin masih ditimbulkan dari reaktor nuklir hingga kini.

Pembalap papan atas di kelas para Raja, Casey Stoner, Jorge Lorenzo hingga Valentino Rossi secara terbuka tidak ingin berlaga di Motegi, kendati bencana tersebut telah tujuh bulan terlewat.

"Untuk mencapai homologasi yang tepat, FIM meminta kami melakukan banyak perubahan tapi kami tidak bisa melakukannya," kata Nakamoto yang juga menjabt sebagai chief tim pabrikan MotoGP.

"Contoh bagusnya adalah di Hairpin, zona keluar tikungannya sangat dekat, tetapi di sana juga terdapat jalan belakangnya. Jadi itu tidak mungkin untuk memindahkanya lebih jauh lagi. Dengan masalah semacam ini, Honda bisa menganggap Suzuka sebagai pilihan, tetapi di momen ini kami tidak memikirkan tentang itu," terang Nakamoto di Autsport, Senin (29/8/2011).

"Secara prinadi, saya menyukai Suzuka, karen lay-out sirkuitnya dengan tikungan kecepatan tinggi dan rendah, itu tentu saja sangat baik untuk pembalap, sirkuit yang penuh tuntutan dan menantang," bilang Nakamoto.

Terlepas dari kontur Suzuka yang menantang, dia menjelaskan Twin Motegi sangat cocok dengan olahraga balapan roda dua dibanding Suzuka. "Sedangkan, Motegi adalah sirkuit yang sedikit berhenti dan berjalan, secara keseluruhan saya menyukai lay-out Suzuka, tetapi ini opini pribadi saya dan tidak ada hubungannya dengan balapan di 2011," tukasnya.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini