Regulasi Bahan Bakar, Tantangan Tersendiri bagi Honda

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Selasa 23 Agustus 2011 13:55 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 23 38 495306 U8YRRtYzzq.jpg Foto: Dani Pedrosa (Reuters Pictures)

SAITAMA – Regulasi bahan bakar di musim 2012  mendapat sorotan khusus dari Shuhei Nakamoto. Pria yang menjabat sebagai Wakil Presiden Honda Racing Team ini cukup senang dengan kolaborasi Honda dengan sponsor utama, Repsol untuk memecahkan persoalan bahan bakar.

Seperti diketahui, regulasi bahan bakar di musim depan akan mengalami perubahan drastis. Kendati dibekali mesin berkapasitas 1.000cc semua kontestan harus mencari akal, mereduksi konsumsi bahan bakar yang kapasitasnya hanya 21 liter.

Inilah tantangan yang sedang dicarikan solusinya oleh Honda dan Repsol untuk mensiasati aturan baru ini. “Proses pembakaran adalah hasil dari percampuran bahan bakar dan udara. Konsep dasarnya, Anda bisa memiliki kinerja yang sama dengan kekuatan udara tanpa mengurangi lebih banyak bahan bakar. Ini adalah cara untuk mengiritnya dan mengurangi berat motor,” jelas Nakamoto di Crash, Selasa (23/8/2011).

Nakamoto menjelaskan, riset yang telah dikembangkan timnya bersama Repsol membuat mereka kini mulai bisa menemukan komposisi bahan bakar yang tepat untuk menghemat bahan bakar dalam balapan nanti.

“Karena evolusi yang dilakukan oleh personel HRC dengan insinyur Repsol, kami mencapai bahan bakar seperti itu. Meskipun,  menawarkan kinerja yang sama dengan bahan dari merek lainnya, memungkingkan kami mengurangi konsumsi dan saat ini dengan batasan 21 liter, adalah fitur yang sangat berharga."

“Kita tidak dapat mengatakan bahwa dengan bakan bakar yang dikembangkan bersama dengan Repsol membuat kami bisa mencapai proporsi yang lebih baik antara bahan bakar dan udara,” tuntas Nakamoto.

Di musim depan, kapasitas tim pabrikan MotoGP hanya diperbolehkan 21 liter, tiga liter lebih sedikit dari tim CRT (Claiming Rule Team) yang memiliki bahan bakar sebanyak 24 liter. Namun, secara terbuka, Nakatomo tidak melihat regulasi tersebut sebagai sandungan besar buat Honda untuk terus menunjukkan eksistensinya di lintasan MotoGP.

“Regulasi 2012 menawarkan kami sebuah tantangan besar. Kapasitas bahan bakar yang sama 21 liter untuk perindahan  yang lebih tinggi dengan power mesin 1.000cc,” katanya. “Jadi kuncinya, kita berusaha mencapai tenaga kuda yang lebih tinggi, tetapi tetap mengurangi konsumsi untuk kinerja yang lebih tinggi merupakan tantangan teknologi yang besar bagi para insinyur HRC dan Repsol,” tuntas Nakamoto

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini