Honda Desak Stoner Tampil di Motegi

Achmad Firdaus, Jurnalis · Senin 22 Agustus 2011 17:23 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 22 38 494966 LGctrrz18O.jpg Foto: Stoner didesak tampil di Motegi/Getty Images

AALST - Untuk kesekian kalinya pihak Repsol Honda meminta para pembalapnya untuk ikut ambil bagian pada seri MotoGP Motegi, Jepang, 2 Oktober mendatang. Tim yang berbasis di Jepang ini meminta seluruh pembalapnya, termasuk sang pimpinan klasemen sementara, Casey Stoner untuk menghormati kontrak.

Sejauh ini, Stoner menjadi salah satu pembalap yang mengaku enggan tampil di Sirkuit Twin Ring Motegi. Pembalap asal Australia ini masih khawatir terkena dampak radiasi nuklir yang mengalami kebocoran saat Negeri Matahari Terbit diguncang gempa dan tsunami, Maret lalu.

Sebenarnya, Stoner dan juga Jorge Lorenzo serta Rossi tidak perlu mecemaskan hal tersebut. Pasalnya, Dorna selaku pemegang hak siar MotoGP telah menunjuk tim independent untuk melakukan investigasi terkait bahaya radiasi di area Sirkuit Motegi. Hasilnya, tim peneliti menjamin bila Motegi aman dari radiasi.

Menyikapi sikap pembalap andalannya tersebut, bos tim HRC Shuhei Nakamoto pun turun tangan untuk membujuk para pembalapnya untuk sudi membalap di Motegi. Shuhei meminta seluruh pembalap Honda, seperti Stoner, Dani Pedrosa, Andrea Dovizioso dan dua rider tim satelit, Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama untuk bersikap professional dengan menghormati kontrak yang telah mereka tanda tangani.

“Saya yakin, seluruh pembalap yang terikat kontrak bersama Honda, akan datang ke Motegi,” tutur Nakamoto sebagaimana dikutip MCN, Senin (22/8/2011).

Lebih lanjut, Nakamoto juga mengamini bila pihaknya telah menyiapkan penalti (hukuman) kepada pembalapnya yang tetap enggan balapan di Motegi. Namun dia enggan membeberkan secara detil hukuman yang akan diberikan pihak HRC.

“Saya telah menjelaskan soal penalti yang tertera dalam kontrak. Ada bermacam penalti, tapi saya tidak tahu pasti hukuman finalnya. Saya hanya menjelaskan kepada pembalap. Salah satu skenario yang tertera adalah membatalkan kontrak, tapi hingga kini Honda belum menentukan langkah apapun,” pungkasnya.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini