Definisi Lockout NBA Part 3

Kamis 18 Agustus 2011 21:52 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 18 36 493581 5Ovb7mBJrJ.jpg Foto: Penulis Artikel Nelson Gautama

JAKARTA - Penurunan durasi kontrak maksimum pemain: Owners ingin durasi kontrak maksimum seorang pemain diturunkan ke tiga tahun [dari lima tahun] untuk pemain yang menandatangani kontrak dengan tim baru , dan ke empat tahun [dari enam tahun] untuk pemain yang menandatangani kontrak dengan tim lamanya.

 

• Menghilangkan sign-and-trades: pemain yang ingin pindah ke tim lain sebagai free agent, bisa memakai sistem sign and trade, dimana pemain menandatangani kontrak dengan tim lamanya [karena pemain bisa mendapatkan durasi kontrak maksimum-6 tahun, dan kenaikan 10.5% gaji per tahun] lalu langsung ditrade ke tim yang telah disetujui sebelumnya. Kita bisa melihat contoh kasus sign and trade ketika Chris Bosh dan LeBron James pindah ke Miami Heat.

 

• Mengurangi kontrak rookie

 

Beberapa proposal/permintaan dari asosiasi pemain NBA dalam CBA yang baru:

 

• Pemotongan total gaji pemain $500 juta untuk lima tahun: Di CBA terakhir, pemain mendapatkan 57% dari BRI dan owner mendapatkan 43% dari BRI. Ketika pihak owner dan pemain bertemu pada tanggal 30 Juni 2011 yang lalu, asosiasi pemain menawarkan kontrak CBA dengan kurun waktu lima tahun, dimana mereka bersedia untuk memotong persentase BRI mereka dari 57% ke 54.6% - atau memotong pendapatan mereka $100 juta per tahun selama lima tahun.

 

Walaupun persentasi BRI pemain diturunkan, mereka tidak ingin mengganti sistem fundamental yang sudah ada: soft salary cap, kontrak maksimum berdurasi panjang, dan kontrak bergaransi.

 

• Pembagian pendapatan antar tim di NBA: Pemain percaya bahwa level persaingan antar klub akan lebih merata [competitive balance], apabila 30 tim melakukan sistem revenue sharing [pembagian pendapatan].

Saat ini, tim dengan media market yang besar seperti Knicks dan Lakers mempunyai hak untuk menyimpan semua pendapatan mereka dari hasil penjualan tiket dan pendapatan hak siar dari media [tv dan radio] lokal.

 

• Membuat aturan sign and trade menjadi lebih fleksibel: Saat ini, tim yang telah melebihi salary cap, bisa melakukan trade [pertukaran pemain] apabila gaji pemain yang ingin ditukar satu sama lain berada dalam jangkauan 125 persen dan $100,000 gaji satu sama lain. Pemain ingin meningkatkan persentasenya menjadi 250% agar memudahkan pemain untuk berpindah klub.

 

• Mengurangi batasan umur seorang pemain untuk memasuki NBA menjadi minimal 18 tahun: Aturan yang sekarang, mengharuskan pemain berumur 19 tahun dan satu tahun setelah pemain tersebut lulus SMA. Sebelum tahun 2005, pemain boleh masuk ke NBA asalkan berumur 18 tahun.

 

• Menstruktur ulang aturan restricted free agency (RFA): Pada aturan yang sekarang, tim-tim lain hanya mempunyai waktu satu minggu untuk menyamai tawaran perpanjangan kontrak terhadap seorang pemain yang berstatus restricted free agent.

 

Pemain menginginkan agar durasi waktu untuk menyamai tawaran sebuah tim untuk perpanjangan kontrak diperpanjang.

 

• Merubah beberapa aturan exceptions: Pemain tidak menginginkan adanya aturan hard salary cap, akan tetapi mereka rela melakukan perubahan terhadap beberapa exceptions. Misalnya pemain bersedia memperpendek durasi kontrak pemain dengan status mid-level exception (MLE) dari lima ke empat tahun, dengan kompensasi menambahkan satu MLE untuk setiap tim.

 

Jauhnya titik temu antara permintaan pihak owner dan pemain inilah yang membuat NBA lockout bisa berlangsung lama. Tinggal pihak mana yang mau mengalah.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

 

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

MyFansClub: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini