nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kurri Kurri Boy Mengejar Gelar Kedua

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 15 Agustus 2011 16:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2011 08 15 263 492318 kdMyQRrWOK.jpg Foto: Casey Stoner/ Getty Images

ENAM kemenangan telah dia raih musim ini. 218 poin telah dia sabet pula dan masih duduk dengan tenang di puncak klasemen MotoGP 2011. Memang, tak mustahil bagi para rival untuk menyalipnya.

 

Konsistensi performa balap dan tunggangannya, nampak menjadi faktor kunci bagi Casey Stoner, yang memang mengincar gelar keduanya di MotoGP. Dari 11 seri yang telah dijalani, The Kurri Kurri Boy selalu finis di atas podium. Hanya sekali Stoner gagal menyelesaikan lomba, yaitu pada seri Jerez, 3 April lalu.

 

Kemenangan terakhirnya di seri Brno merupakan salah satu penuntasan dendamnya yang kerap gagal mencapai puncak podium di tiga seri berturut-turut, yakni GP Belanda, Italia dan Jerman. Namun di Laguna Seca, Stoner kembali menunjukkan tajinya, dan terakhir, GP Ceko pun dia taklukkan dengan RC212V yang menurutnya merupakan tunggangan terbaik di MotoGP kali ini.

 

Pernyataan Stoner ini memang ada benarnya. Tiga penguasa podium GP Ceko semalam, dikuasai penuh rider-rider Honda. Di posisi kedua, rekan satu timnya, Andrea Dovizioso dan tempat ketiga, Marco Simoncelli juga mengendarai RC212V, namun di tim satelit, San Carlo Gresini Honda.

 

Kemenangan keenamnya ini sekaligus memperlebar lagi jaraknya dengan sang juara bertahan, Jorge Lorenzo yang sempat bangkit di beberapa seri sebelumnya dan kerap berhasil mendahului Stoner. Dan lagi, unggul 32 poin dari Lorenzo tentu takkan membuatnya tenang, terlebih masih ada 175 pon lagi untuk digondol di tujuh seri tersisa di putaran kedua ini.

 

Sejatinya, banyak yang dapat menjadi penghalang Stoner memborong 25 poin di tiap seri, namun mereka kerap tampil tak stabil. Sang legenda, Valentino Rossi pun masih bergelut dengan Ducati-nya. Pembalap yang mampu menjadi batu sandungan, memang banyak, sebut saja Dovi, Ben Spies, Super Sic dan Dani Pedrosa yang kerap eksis di podium. Bahkan Pedrito, sapaan Pedrosa, akan menjadi pesaing terdekat, jika tak terkapar cedera selama tiga seri berturut-turut.

 

Bukti bahwa Pedrosa dapat menjadi pesaing terberat, tengok saja kemenangannya di GP Jerman, dimana Pedrito mampu membuat Stoner dan Lorenzo merasa terheran-heran karena Pedrito diketahui belum sembuuh betul dari cedera bahunya. Stoner yang kala itu berada di podium ketiga sempat terkejut, namun pujian harus dilontarkan kepada pembalap berusia 25 tahun tersebut.

 

Kembali ke persaingan, mengenai 7 seri tersisa, sepertinya Stoner hanya akan mengikuti enam seri, termasuk juga pesaing terdekatnya, Jorge Lorenzo. Pasalnya, keduanya menolak tampil di GP Jepang, Oktober mendatang. Stoner merasa Jepang belum aman dari kontaminasi Nuklir akibat bencana alam yang mengakibatkan bencana nuklir, tak jauh dari sirkuit Twin Ring Motegi.

 

Meski FIM dan Dorna, sebagai penyelenggara, telah melakukan pemeriksaan lanjut dan risiko kontaminasi telah dikonfirmasi, Stoner tetap saja enggan pergi ke Jepang, meski dia tahu, akan kehilangan 25 poin berharganya.

 

Selain karena risiko, Stoner punya alasan lain, sang istri, Adriana Tuchyna sedang mengandung anak pertama mereka, sejak mereka menikah 2007 silam. Tentunya juara dunia 2007 itu tidak ingin ketinggalan momen penting dalam kehidupan keluarganya. Dengan akan lahirnya sang buah hati pertama, Stoner sekaligus berharap melahirkan gelar keduanya tahun ini.

 

Stoner pantas berharap tuah buah hatinya, karena, tahun dimana Stoner memperoleh gelar pertamanya, adalah tahun dimana dia menikahi Adriana. Dengan adanya dua orang yang akan Stoner cintai, rider Australia ini berharap melahirkan gelar keduanya di tahun anaknya lahir. Tentunya hal itu akan sempurna jika benar-benar terjadi.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini