Rossi Masih Cemaskan Keamanan Jepang

Achmad Firdaus, Jurnalis · Minggu 14 Agustus 2011 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 14 38 491854 cY2pXF9mOV.jpg Foto: Valentino Rossi tengah memberikan keterangan pers sebelum balapan/Getty Images

BRNO - Valentino Rossi memang bukan merupakan pembalap yang menolak tegas untuk balapan di MotoGP Motegi, Jepang, Oktober mendatang. Namun, baru-baru ini pembalap Ducati ini kembali melontarkan kecemasannya terkait faktor keamanan di negeri Sakura tersebut.

Diketahui, perhelatan MotoGP Jepang memang masih jadi polemik. Meski telah mendapat jaminan keamanan dari FIM bila, terkait ancaman radiasi nuklir akibat gempa dan tsunami di Jepang, beberapa waktu lalu, namun sejumlah pembalap dikabarkan masih keukeuh ogah balapan.

Namun, baru-baru ini negeri Matahari Terbit tersebut kembali diguncang gempa, meski kekuatannya tidak seperti beberapa bulan lalu yang merusakan berbagai fasilitas kota termasuk reactor nuklir. Nah, menyikapi kondisi ini, Rossi mengaku masih cemas dengan faktor keselamatan, meski dia juga tidak mengatakan enggan balapan di Motegi seperti yang dilakukan Jorge Lorenzo dan Casey Stoner.

“Kabar dari FIM. Jadi, kami semua tahu bahwa situasi di sana (Jepang) tidak terlalu buruk (seperti perkiraan pembalap),” tutur Rossi sebagaimana dikutip Autosport, Minggu (14/8/2011).

“Alasan utamanya, tempat utama (balapan) belum sepenuh dalam kontrol. Dua atau tiga haru lalu, saya mendengar ada gempa lagi di sana. Jika sesuatu yang salah terjadi di saat kami berada di sana, inilah yang jadi ketakutan terbesar kami dan masalah utama bagi kami,” tambahnya.

Ditanya terkait perkembangan terakhir sikap para pembalap terkait balapan di Motegi yang akan dipentaskan Oktober mendatang, Rossi tidak bisa memberikan jawaban pasti. Menurutnya, setiap pembalap punya opini yang berbeda, terlepas itu dia menyatakan siap balapan atau enggan menunggangi motor di sana.

“Bagi saya, nampaknya sulit bagi semua pembalap untuk setuju (balapan), karea ada banyak tekanan dari masa depan. Faktor kontrak misalnya. Jadi, saya rasa ada beberapa pembalap yang siap mengambil risiko, namun tak jarang juga pembalap yang enggan mengambil risiko,” lanjutnya.

“Ada banyak orang di paddock, seperti mekanik, dan mereka juga takut pergi ke sana. Sementara kami sebagai pembalap, kami punya beban berat di pundak kami, dan ini adalah situasinya. Berdasarkan laporan komisi keselamatan, total kami yang siap balapan hanya 9-10. Jadi, saya rasa kami membutuhkan waktu lagi untuk berpikir, sebelum mengambil keputusan,” pungkas The Doctor.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini