Analisis Insiden Heidfeld di Hungaria

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Kamis 04 Agustus 2011 20:14 WIB
https: img.okezone.com content 2011 08 04 37 488279 5CXGsIxpyj.jpg Foto: Nick Heidfeld (Getty Images)

ENSTONE – Misteri insiden tragis yang menimpa Nick Heidfeld pada balapan di GP Hungaria muali terkuak. Menurut analisis Direktur Teknis Renault, James Allison, panas mesin yang berlebihan di ruang pembakaran membuat R31 geberan Heidfeld berkobar.

 

Melihat rekaman balapan yang berlangsung di Hungaroring kemarin, nasib sial agaknya tidak mau menjauh dari pembalap asal Jerman tersebut.Setelah terlibat kecelakaan dengan Sebastian Buemi di GP Jerman, Heidfeld lagi-lagi gagal finis di Hungaria karena mesinnya mengalami kerusakan.

 

“Insiden itu sagat disayangkan, kecelakaan itu menyababkan kami harus mencoret sasis tersebut,” kata Allison sebagaimana dikutip Autosport, Kamis (4/8/2011). Berdasarkan penilaian Allison, kemungkinan besar sasis mobil Heidfeld tidak bisa digunakan dalam balapan selanjutnya di GP Belgia.

 

Agar situasi nahas ini tidak terulang, Allison akan memperbaiki botol udara agar tidak terlalu overheat. “Kami akan mengambil langkah-langkah sebelum balapan berikutnya untuk mengurangi kemungkinan memantik api lebih lanjut dan memastikan bahwa botol udara tidak terlalu panas,” terang Allison.

 

Dia melanjutkan. “Kami terus berhubungan secara intens dengan FIA untuk menyediakan laporan lengkap mengenai kejadian tersebut dan juga guna menjelaskan kepada mereka tindakan yang kami ambil untuk mencegah kejadian serupa tidak terulang.”  Allison pun menjelaskan dengan singkat peristiwa mengerikan yang dialami oleh Heidfeld. “Ini disebabkan oleh udara di dalam botol yang memasok udara di mesin terlalu panas yang memantik api.”

 

“Seperti kebanyakan kecelakaan, beberapa insiden kebakaran terjadi karena adanya kombinasi yang menyababkan Heidfeld menderita di Hungaria. Pertama, kami menjalankan strategi pemetaan mesin yang sedikit berbeda di babak kualifikasi yang menghasilkan panas dari knalpot yang normal. Kami percaya, suhu tinggi awal yang menyebabkan celah dalam pipa knalpot.”

 

Allison melanjutkan, suhu tinggi yang terjadi dalam mobil Heidfeld merupakan akumulasi dari kegagalan mesin selama balapan. “Kami menggangap bahwa kerusakan menyebar dalam tiap lap maupun saat memasuki ke pit-stop. Ini belum jelas bagi kami, sebab kami percaya bahwa kegagalan terjadi di hulu knalpot tempat di mana kami meletakkan sensor temperatur."

 

“Pit stop membutuhkan waktu lebih lama dari waktu normal, sedangkan mesin masih  berputar di rpm tinggi menunggu pergantian ban. Dengan kondisi tersebut, bahan bakar yang lebih selalu berakhir di knalpot. Kenaikan suhu berkisar 100 derajat celcius/detik. Kenaikan suhu ini cukup memercikan api kecil di bahwa body mobil."

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini