"Soal MotoGP Jepang, Pembalap Punya Hak Tentukan Sikap"

Achmad Firdaus, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2011 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 28 38 485334 zRlk58tju7.jpg Foto: Andrea Dovizioso/Getty Images

AALST - Pro-kontra terkait keputusan FIM yang tetap menggelar seri MotoGP Jepang pada musim ini masih terus berlangsung. Pembalap Repsol Honda Andrea Dovizioso pun melontarkan pendapatnya terkait seri balapan yang akan dihelat di Sirkuit Twin Ring Motegi.

Beberapa waktu lalu, FIM dan pemegang hak siar MotoGP Dorna telah memutuskan tetap menggelar seri MotoGP Jepang, yang akan dihelat pada Oktober nanti. Keputusan ini sendiri diambil setelah mendapat lampu hijau dari komisi independent (ARPA) yang sebelumnya telah melakukan inspeksi dan menyatakan Sirkuit Motegi aman dari radiasi yang terjadi akibat bocornya reaktor nulklir di Fukushima, akibat gempa dan tsunami beberapa waktu lalu.

Meski telah mendapat jaminan keamanan, namun sejumlah pembalap masih tetap pada pendiriannya yakni tidak ingin balapan di sana. Sejauh ini, dua pembalap kandidat juara musim ini, Jorge Lorenzo dan Casey Stoner tetap menolak untuk balapan di Motegi.

Berbeda dengan dua rider di atas, Dovi sendiri mengaku belum punya keputusan apakah dia bersedia tampil di Motegi atau tidak. Pembalap asal Italia ini masih menunggu hasil investigasi terkini. Bila pihak penyidik menyatakan aman, maka, dia akan siap turun lintasan.

“Hal yang terbaik bagi kami adalah menunggu hasil investigasi dan setelah itu barulah kami mengambil keputusan. Memang, sejumlah pembalap menyatakan tidak ingin datang ke sana (Jepang), tapi menurut saya, yang terbaik saat ini adalah menunggu kabar dari mereka dan di Brno (MotoGP Rep Ceska), kami akan memberikan komentar lebih lanjut,” ujar Dovi sebagaimana dikutip MCN, Kamis (28/7/2011).

Lebih lanjut, Dovi juga mengaku telah bertemu dan berbicara dengan bos tim Repsol Honda, Shuhei Nakamoto terkait MotoGP Jepang. Sejauh ini, Dovi mengaku pihak tim tidak memaksakan pembalapnya untuk ambil bagian di Motegi.

“Bagi mereka (HRC), untuk saat ini mereka tidak ingin menekan pembalap untuk ikut balapan, karena mereka juga ingin menunggu hasil dari penyelidikan. Jika, hasil investigasi menyatakan aman, baru mereka akan memberikan tekanan (untuk tampil). Tapi, bagaimanapun para pembalap bisa melakukan apa yang mereka mau, jadi ini bukan masalah,” pungkasnya.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini