Share

Misteri Cedera vs Gelar Juara Pedrosa

Muhayati Faridatun, Jurnalis · Senin 18 Juli 2011 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 18 136 481202 5nrESGvNO7.jpg Dani Pedrosa & Casey Stoner / Foto: Daylife

SACHSENRING, sirkuit di Hohenstein-Ersntthal, Jerman, seakan menjadi saksi dan bukti kebangkitan Dani Pedrosa sebagai salah satu kandidat juara dunia MotoGP 2011. Pada balapan Minggu (17/7/2011), pembalap Repsol Honda Racing menjadi yang tercepat di tengah pemulihan cedera bahu kanannya.

Setelah meraih podium tiga di seri perdana, GP Qatar, kemudian menjadi runner-up di Jerez, Spanyol, Pedrosa menghuni podium teratas Sirkuit Estoril, Portugal, pada 1 Mei lalu. Berlanjut antiklimaks pada seri keempat, lantaran pembalap mungil asal Spanyol terjatuh di Le Mans (Prancis) dan terpaksa tidak menyelesaikan balapan.

Pedrosa terlibat insiden dengan pembalap San Carlo Honda Gresini, Marco Simoncelli, hingga mengalami patah tulang selangka pada bahu kanannya. Karena tersulut emosi, Pedrosa mengklaim kecelakaan tersebut sepenuhnya kesalahan Simoncelli dan bahkan, dia enggan menerima permintaan maaf serta jabatan tangan pembalap kribo berkebangsaan Italia tersebut.

Akibatnya, Pedrosa harus naik meja operasi yang memaksanya absen di tiga seri berikutnya, guna menjalani proses pemulihan. Pemilik nama lengkap Daniel Pedrosa Ramal ini kembali ke lintasan pada gelaran GP Italia, 1-3 Juli lalu. Tentunya, pembalap 25 tahun belum meraih hasil maksimal dan hanya finis di urutan ke-8 plus mendapat tambahan 8 poin.

Namun tak disangka, Pedrosa hanya butuh melewati satu kali balapan untuk mengembalikan perfoma terbaiknya. Berangkat dari posisi start kedua, mantan juara dunia 125cc dan 250cc ini sukses merajai Sirkuit Sachsenring, padahal tak sekalipun menorehkan catatan waktu lintasan tercepat di sesi latihan bebas.

Memasuki seri ke-10, Pedrosa sementara menempati peringkat lima klasemen pembalap dengan mengoleksi 94 poin. Sedangkan dua rekan timnya, Casey Stoner dan Andrea Dovizioso masing-masing menghuni puncak klasemen (168) dan peringkat tiga (132), setelah finis ketiga dan keempat di Sachsenring.

Ya, balapan yang sangat menghibur tersaji di GP Jerman, mengingat ambisi sejumlah pembalap dalam perebutan gelar juara musim ini. Terlebih Stoner yang masih menguasai puncak klasemen, juga pembalap Yamaha Jorge Lorenzo yang bertekad mempertahankan gelar yang diraihnya musim lalu. Belum lagi Valentino Rossi, pembalap Marlboro Ducati yang kini menduduki peringkat empat klasemen (98 poin).

Terlepas dari persaingan dengan pembalap tim lain, persaingan di kubu Repsol Honda juga tak kalah memanas. Perfoma yang cenderung konsisten, menjadikan Stoner sebagai kandidat terkuat dari tim yang bermarkas di Aalst, Belgia. Selain di Jerez, juara dunia 2007 ini tak pernah absen dari podium dan tercatat empat kali menjadi yang tercepat.

Rupanya, fakta inilah yang memicu munculnya rumor pemberlakuan team order di Repsol Honda. Isu tersebut lantas dikaitkan dengan absennya Pedrosa sepanjang tiga balapan. Dugaan semakin kuat lantaran Pedrosa tidak tampak di paddock tim pada GP Catalunya (5 Juni), yang notabene merupakan kampung halamannya, di mana Stoner menjadi juara.

Biasanya, meskipun dalam keadaan pascacedera, seorang pembalap menyempatkan diri hadir di garasi tim saat balapan digelar, terlebih di negaranya sendiri. Salah satu situs Italia, MotoCorse.com, melansir kabar tentang dugaan kecelakaan lain dialami Pedrosa setelah di Le Mans, yang berakibat dirinya harus absen lebih lama.

Pasalnya, dalam sebuah gambar yang tercatat diambil setelah operasi, tepatnya pada 28 Mei, Pedrosa tampak tidak menggunakan penyangga di tangan kananya. Kala itu, Pedrosa sedang berfoto bersama para fans di acara bowling di Barcelona. Namun anehnya 10 hari kemudian, dalam sesi wawancara dengan situs resmi MotoGP, dia justru terlihat mengenakan penyangga di tangan kanannya.

Lantas, sejauh mana rumor kecelakaan susulan yang dialami Pedrosa? Sayangnya hingga saat ini belum terungkap kebenarannya. Alih-alih terjawab, isu tersebut justru mengarah pada team order yang diterapkan Repsol Honda, guna menjaga peluang Stoner meraih gelar juara musim ini. Tim pabrikan Jepang dituding sengaja membiarkan Pedrosa menjalani pemulihan lebih lama, dengan tujuan mengurangi rival Stoner di lintasan.

Terlepas dari spekulasi yang berkembang, Pedrosa tentunya semakin tertantang untuk bersaing secara terbuka dengan rekan timnya, demi mengusung mahkota juara dunia MotoGP untuk kali pertama dalam kariernya.

(far)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini