Share

Ferrari Diuntungkan Penghapusan Blown-Diffuser?

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Senin 11 Juli 2011 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 11 136 478534 BBnIxF6AnT.jpg Foto: Ferrari mulai menunjukkan kebangkitannya (Getty Images)

SELEPAS memarkir mobilnya di pitlane usai melakukan victory lap, Fernando Alonso begitu bersemangat keluar kokpit dari mobilnya. Tidak seperti seri-seri sebelumnya, The Spaniard –julukannya begitu berseri-seri. Maklum, di GP Inggris akhir pekan kemarin Alonso menahbiskan diri merebut podium pertama. Pencapaian yang baru diraihnya sepanjang musim ini

 

Prestasi yang diukirnya ini seolah memutarbalikkan fakta, kesuksesan tidak memihak kubu The Prancing Horse musim ini. Mengawali balapan dengan sangat menyakinkan di sirkuit Silverstone, Alonso yang selalu gagal mendominasi setiap seri tampil begitu percaya diri.

Mamanfaatkan kesalahan kecil yang dilakukan Sebastian Vettel saat mengganti ban, Alonso berhasil merebut posisi pertama. Juara dunia 2005 dan 2006 itu konsisten memimpin balapan hingga akhir lap, nyaris tidak ada gangguan berarti yang diterima dari para kompetitiornya. Padahal, di awal lomba Alonso begitu berhati-hati dengan kondisi trek yang sedikit basah dan menggunakan ban intermediet.

 

Banyak faktor penunjang Alonso bisa meraup poin sempurna dalam balapan kali ini. Selain strategi tim yang begitu signifikan jelang lap terakhir, keberuntungan jelas tidak bisa dipisahkan dari aksi Alonso dalam GP Inggris kali ini. Secara global, sedikit banyak Ferrari telah melakukan pembenahan di berbagai lini yang berimbas besar bagi pencapaian mereka di pertengahan musim ini.

 

Masalah ban yang selama ini menjadi momok semua tim, termasuk Ferrari dengan ban keras (hard) perlahan mulai terpecahkan di GP Inggris. Sebelumnya, Ferrari kesulitan dengan ban jenis ini. Masih terekam jelas di GP Spanyol beberapa waktu lalu di mana Ferrari urung memenuhi ekspektasi saat menggunakan ban keras.

 

Namun satu hal yang menarik perhatian dalam GP Inggris yang berlangsung kemarin. Terdapat sedikit perubahan regulasi yakni diperketatnya larangan blown-diffuser. Awalnya, FIA bersedia membatalkan regulasi aturan mengenai blown-diffuser dengan catatan, seluruh tim satu suara.

 

Hanya saja, tidak semua tim menganggukan kepala. Ferrari dan Sauber-Ferrari menjadi tim yang enggan menandatangani kesepakatan tersebut. Mengurai polemik yang terjadi, blown-diffuser menjadi perangkat yang hangat diperbincangkan. Disinyalir, selama ini hanya Red Bull saja yang cocok mengaplikasikan inovasi ini.

 

Kontroversi pun sempat muncul jelang GP inggris, saat tim yang memakai dapur pacu Renault mendapat dispensasi dengan alasan ketahanan di mana Red Bull dizinkan melepas gas buang hingga 50% saat pedal gas dilepas.

 

Sampai saat ini, belum diketahui lebih lanjut apakah pelarangan blown-diffuser memberikan dampak buruk bagi performa Red Bull dan di atas lintasan. Tapi setidaknya, jika Ferrari tidak menyepakati perubahan regulasi mengenai blown-diffuser, mereka tentu menjadi tim yang diuntungkan dengan dilarangnya inovasi ini. Benarkah demikian?

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini