Rodman Sang Raja Rebound (Part 3)

Jum'at 08 Juli 2011 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 08 36 477580 c7Ja1hpBTo.jpg Foto: Nelson Gautama

JAKARTA - Pada musim NBA tahun 1994-1995 Rodman berseteru dengan managemen Spurs. Ia melewatkan 19 pertandingan karena hal ini. Setelah bergabung kembali dalam tim, ia mengalami cedera bahu akibat kecelakaan motor dan membatasi diri untuk mengikuti 49 pertandingan saja sepanjang musim.

 

Rasanya mustahil untuk menorehkan prestasi apapun dengan melewatkan begitu banyak pertandingan, namun Rodman berhasil memperoleh gelar keempatnya untuk rebounding, dan masuk ke dalam All-NBA team. Dengan rebounder terbaik di liga dalam diri Rodman dan pemenang Most Valuable Player dalam diri David Robinson, Spurs berhasil mendapatkan rekor terbaik di regular season [62-20]. Mereka mengalahkan Denver di ronde pertama, mengalahkan Los Angeles Lakers dengan enam pertandingan, namun kalah dari Houston Rockets di final wilayah. Walaupun memiliki masalah dengan disiplin, Rodman mengubah Spurs dari tim yang bagus menjadi tim calon juara.

 

Selain prestasinya yang membanggakan, Rodman juga menjadi sumber berita yang hangat karena kedekatannya dengan Madonna. Mereka bertemu pada sebuah pemotretan. Ketika Rodman menolak untuk membahas hubungannya dengan Madonna, rekan setimnya Jack Haley angkat bicara, "Ini bukanlah rumor. Ini kenyataan. Saya saat itu di sana. Madonna sangatlah serius. Dia ingin menikah dengan Rodman. Dia meminta Dennis beberapa kali untuk menikah dengannya. Saya mendengarnya sendiri. Madonna ingin memiliki bayi." Haley juga menambahkan bahwa Rodman bersikap hati-hati dan enggan karena kegagalan pernikahannya terdahulu dengan Bakes. Pada akhirnya hubungan dengan Madonna hanya terjalin selama dua bulan.

 

Rodman kemudian menjadi bagian Chicago Bulls bersama Michael Jordan pada transfer musim 1995-1996. Meskipun penandatanganan kontrak dengan Rodman yang telah berusia 34 tahun dan sering menimbulkan kontroversi dinilai sebagai keputusan yang beresiko, namun Rodman dapat berdaptasi dengan cepat dan membuktikan bahwa ia tetaplah seorang pemain yang tangguh. Buktinya di musim pertamanya bersama Bulls, perjudian Chicago terbayar ketika Rodman berhasil memperoleh gelar kelimanya untuk rebounding walaupun tingginya hanya 203 cm.

 

[Moses Malone adalah satu-satunya pemain yang pernah memimpin liga dalam rebound lima musim berturut-turut dari tahun 1981 sampai 1985. Hanya Wilt Chamberlain (11) yang memiliki gelar juara rebound lebih banyak dari Rodman. Chamberlain yang bermain untuk Warriors, 76ers dan Lakers, juga adalah satu-satunya pemain selain Rodman yang memimpin liga di kategori rebounding di tiga klub yang berbeda]. Walaupun Rodman hanya menyumbangkan 5.5 points dan 2.5 assists dalam 32.6 minutes per game di musim pertamanya bersama Bulls, tugas utamanya tetaplah rebounding dan bermain defense.

 

Bermain di Bulls membuat Rodman menjadi sorotan media, ditambah lagi dengan dirilisnya As Bad As I Wanna Be yang menempati New York Times Bestseller selama 20 minggu. "Tidak ada tindakan yang terlalu memalukan untuk Rodman, tidak ada panggung yang terlalu besar," begitulah ulasan mereka mengenai autobiografi miliknya.

 

Tahun 1998 Rodman meninggalkan Bulls seiring dengan perombakan besar-besaran dalam susunan Bulls. Sepertinya tingkah laku Rodman yang aneh tidak menggangu chemistry Chicago untuk meraih 72, 69 dan 62 kemenangan plus tiga gelar juara di Bulls. Pada tahun 1998 pula tepatnya bulan November, ia menikah dengan aktris Carmen Electra dan bercerai 10 hari kemudian! [bersambung ke RODMAN SANG RAJA REBOUND PART 4/TERAKHIR]

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

 

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini