Rodman Sang Raja Rebound (Part 2)

Selasa 05 Juli 2011 23:20 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 05 36 476412 ARIeYDVg9Q.jpg Foto: Neilson Gautama

JAKARTA - Tahun 1987-88 [di musim keduanya], Dennis Rodman mencetak rata-rata 11.6 points dengan 8.7 rebounds bersama Pistons.

 

Tim ini dikalahkan oleh Los Angeles Lakers saat Final NBA. Namun selama 2 musim selanjutnya, Detroit memenangkan dua gelar juara NBA berturut-turut, dan Rodman adalah faktor utama kesuksesan ini. Ia memimpin NBA dalam kategori persentase tembakan [.595] dan rebounds [9.4], selain itu ia juga berhasil masuk ke NBA All-Defensive First Team dan memenangkan Defensive Player of the Year Award di saat timnya juara. Ia pun masuk ke dalam tim NBA All-Star, setelah berhasil memenangkan gelar juara yang pertama bagi franchise Pistons.

 

Defensive Player of the Year kembali jatuh ke tangannya tahun 1990-1991: Ia membuktikan diri sebagai seorang defensive stopper yang mampu menjaga pemain dari posisi point guard sampai center. Di tahun keduanya memenangkan penghargaan Defensive Player of the Year, Rodman menempati urutan kedua di bawah David Robinson [yang nanti akan menjadi rekan setimnya] dalam urusan offensive rebounds. Masyarakat pun mulai mengenal Dennis Rodman dengan bakat reboundingnya, dan pada 1991-92 ia menjadi legenda dengan rata-rata 18.7 rebound per game, rekor terbaik selama 20 tahun terakhir [hanya kalah dari Wilt Chamberlain dengan rekor 19.2 rpg di musim 1971-72].

 

Di awal kesuksesan karirnya, ia menikah dengan seorang model bernama Annie Bakes pada September 1992, namun bercerai 82 hari kemudian. Menurut rumor yang beredar, perceraian ini dikarenakan keengganan Rodman untuk menjalankan tes HIV. Rodman kemudian dikaruniakan seorang putri bernama Alexis meskipun pernikahannya dengan Bakes cenderung singkat. Suatu malam di bulan Mei tahun 1993, ia ditemukan tertidur di mobil dengan senapan di tangannya.

 

Dalam autobiografinya As Bad As I Wanna Be, ia mengaku sempat berpikir untuk bunuh diri secara simbolis. Rodman ingin membunuh jati dirinya yang lama: seseorang yang pemalu. Hal ini membuat ia kemudian menjadi "bad boy" dan melakukan hal-hal yang mengundang kontroversi. Mengenai autobiografi yang dirilis pada tahun 1996 ini, ia menjadi bahan pembicaraan saat mengenakan gaun pengantin untuk mempromosikannya. Menurut Rodman, ia adalah seorang bisexual dan gaun pengantin yang dikenakannya adalah simbol bahwa ia 'menikahi dirinya sendiri'.

 

Kembali ke perjalanan karirnya, pria yang menyukai Pearl Jam dan Smashing Pumpkins ini kemudian ditransfer ke San Antonio Spurs pada 1 Oktober 1993. Ia merasa tidak bahagia di Detroit dan meminta hal ini meskipun masih tersisa $11. 8 juta dalam kontraknya. Detroit Pistons menukar Rodman dan Isaiah Morris ke San Antonio Spurs dan Pistons mendapatkan Sean Elliott serta David Wood.

 

Rodman dan David Robinson juga mencetak sejarah sebagai rekan dalam satu tim pertama yang memimpin liga dalam scoring dan rebounding pada musim yang sama. Tanda-tanda perubahan jati dirinya mulai terlihat. Rambutnya terus berubah sepanjang tahun: Spurs mengalami sukses (35x menang-14x kalah) saat seluruh rambutnya pirang. Kemudian 3-5 ketika rambutnya merah, 9-2 saat ungu, 3-2 saat rambutnya biru, dan 3-4 saat ia mencontoh rambut pada film Demolition Man.

 

Dengan David Chapa sebagai penata rambutnya, ia merubah rambutnya hampir setiap minggu bahkan setiap beberapa hari. Ia terancam kebotakan karena zat peroksida yang ia gunakan pada rambutnya, namun ia sudah merencanakan untuk mentattoo kepalanya apabila hal itu terjadi.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini