Rodman Sang Raja Rebound (Part 1)

Sabtu 02 Juli 2011 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2011 07 02 36 475193 8QQyzbBaLQ.jpg Foto: Nelson Gautama

From Geek to Freak adalah nama sebuah acara make over yang dipandu oleh Dennis Rodman, sekaligus kalimat yang menceritakan hidupnya.

 

Siapa yang tidak ingat dengan hustle play ala Rodman?Siapa yang tidak ingat dengan rambut warna warninya saat bermain di Bulls? Siapa yang tidak ingat dengan gaya rebounding super eksentrik miliknya? Bagaimana dengan anting dan tatoonya? Ini adalah cerita tentang Dennis Rodman sang rebounder sejati NBA yang dimiliki dan populer bersama Bulls hanya satu dekade yang lalu.

 

Dennis Rodman adalah slaah satu rebounder terbaik dalam sejarah NBA dengan gaya rambut dan hidup yang eksentrik. Lahir di Trenton, New Jersey pada 13 Mei 1961, masa kecilnya sangatlah jauh berbeda dari kehidupannya sekarang. Ia hidup dalam kekurangan setelah ditinggalkan oleh ayahnya sejak umur 3 tahun. Ayahnya, Philander Rodman Jr. After Philander, adalah pilot Air Force dan seorang veteran perang Vietnam. "Ia adalah orang yang membawa saya ke dunia ini, bukan berarti ia adalah ayah saya," tutur Rodman.

 

"Saya menghabiskan masa kecil saya dengan mencari pelarian," katanya ketika ditanya mengenai masa lalunya. Rodman hidup bersama ibu dan kedua saudarinya yang juga pemain basket di Oak Cliff, yang pada masa itu dianggap sebagai tempat terburuk di Dallas, Texas. 

 

Terbiasa menjadi bahan olokan dan merasa ada yang aneh dengan tubuhnya, Rodman menjadi canggung terhadap wanita. Ia menjadi pemalu dan pernah merasa dirinya gay. Kemampuannya di bidang basket pun tidak menonjol saat itu: ia memang terdaftar sebagai salah satu pemain tim basket SMA-nya, namun tidak pernah diturunkan di lapangan meninjau tingginya yang hanya 1.68 meter. Bahkan Shirley Rodman, ibunya, merasa bahwa bakat basket putri-putrinya lebih baik daripada Dennis.

 

Dennis Rodman sempat menjadi seorang petugas kebersihan setelah menamatkan SMA, ia pun bertumbuh pesat menjadi 2.03 meter. Kemudian ia pun mencoba untuk kembali menekuni basket pada umur 20. Rodman mendaftarkan diri di Cooke County College, Texas. Keluar dari Cooke County College, ia menjadi bagian Southeastern Oklahoma State University milik NAIA (National Association of Intercollegiate Athletics), sebelum akhirnya menandatangani kontrak dengan Detroit Pistons tahun 1986. 

 

Ketika itu Rodman dipilih nomor 27 [ia tidak dipilih sampai 2nd round] di draft.

Selama berada Southeastern Oklahoma State University, Rodman berteman baik dengan Byrne Rich, yang bertemu dengannya pada sebuah youth basketball camp musim panas. Rich adalah anak yang pemalu dan menarik diri dari pergaulan, ia masih dihantui masa dimana ia tidak sengaja menembak mati teman baiknya sendiri saat berburu. 

 

Rodmanlah yang memulihkan Rich, dan sebagai gantinya Rich mengenalkan Rodman pada keluarganya. Pada awalnya Dennis Rodman tidak diterima dengan baik karena ia adalah seorang pemain dengan ras Afrika-Amerika, namun mereka sangat berterimakasih pada Rodman dan mengadopsinya. Rodman menganggap Rich sebagai 'keluarga pengganti' yang mendukungnya saat memulai dan menjalani karir basketnya.

 

Musim pertama Rodman di NBA hanya memberi gambaran kecil bagaimana ia akan menjelma menjadi seorang defender dan rebounder yang hebat. Dia bermain sebanyak 77 pertandingan dengan total 1,155 menit [menandai satu-satunya masa di dalam kariernya, dia tidak bermain sedikitnya 2,000 menit]. Saat Rodman masih rookie, ia kalah 4-3 di final wilayah Timur.

 

Neilson Gautama

NBA Presenter

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

(wei)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini