Share

Perebutan Gelar Tim Bola Voli Terbaik di Tanah Air

Muchamad Syuhada, Jurnalis · Sabtu 21 Mei 2011 00:43 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 21 43 459381 wTWzWhn0KT.jpg Foto: Dok. Proliga

JAKARTA - Sampoerna Voli Proliga 2011 telah menyelesaikan Final Four di Malang dan Jakarta, dan kini siap memasuki babak Grand Final yang akan diselenggarakan di Istora Senayan Jakarta, pada 22 Mei 2011.

Sampoerna Hijau Proliga 2011 akan menggelar empat pertandingan puncak untuk menentukan tim bola voli profesional terbaik di Indonesia. Di bagian putera, tim Jakarta Sananta akan ditantang dengan tim Palembang Bank Sumsel Babel untuk menentukan peringkat pertama, sedangkan di sektor puteri, Jakarta Popsivo Polwan akan berusaha mematahkan dominasi Jakarta Electric PLN.

Yasin Tofani Sadikin, selaku Manager Marketing Sampoerna Kretek, sangat antusias menyambut penyelenggaraan Grand Final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011. “Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011 menghadirkan kejutan besar setelah beberapa tim tersingkir. Salah satunya adalah Jakarta Popsivo Polwan yang tampil dengan kekuatan baru. Tim ini berhasil menembus babak Final Four dan menjadi satu-satunya tim yang pernah mengalahkan tim kuat Jakarta Electric PLN pada musim ini. Grand Final kali ini akan menjadi ajang perebutan gelar tim bola voli terbaik di Indonesia.”

Direktur Proliga, Hanny S. Surkatty mengungkapkan pertarungan di partai puncak ini benar-benar akan menjadi puncak perhelatan Proliga tahun ini. ‘’Karena ini final, kita mengharapkan terjadi pertarungan yang menarik dari empat tim yang berjuang menjadi yang terbaik,’’ ujar Hanny.

Menurutnya, perjalanan keempat tim menuju final tentunya tidak dicapai dengan mudah. ‘’Kesempatan ini tidak akan mereka sia-siakan, sehingga di final kita akan menyaksikan pertarungan final yang sangat menarik dan enak ditonton,’’ jelas Hanny.

Tim Puteri Jakarta Electric PLN akan tampil untuk keenam kalinya di babak final sepanjang keikutsertaannya sejak 2004. Tim ini telah 2 kali mengoleksi juara I yaitu tahun 2004 dan 2009. Jakarta Electric PLN juga memiliki catatan sempurna pada babak penyisihan dan mencatat satu kali kekalahan dari Jakarta Popsivo Polwan pada putaran pertama Final Four.

Ansori, pelatih Jakarta Popsivo Polwan, mengungkapkan persiapan timnya menghadapi tim puteri Jakarta Electric PLN, “Beberapa hari ini kami mengevaluasi kekurangan tim. Latihan ekstra terutama difokuskan untuk latihan fisik, agar tim tetap semangat dan termotivasi, terutama setelah kekalahan kemarin.” Sejak keikutsertaannya mulai tahun 2007, Jakarta Popsivo Polwan tahun ini telah memenuhi targetnya untuk menembus babak Final Four dan sekaligus meraih tiket ke Grand Final.

Tak kalah unjuk gigi, menghadapi Grand Final Jakarta Sananta telah bersiap untuk menjinakkan rivalnya Palembang Bank Sumsel Babel. “Buat kami, tim yang masuk final adalah yang terbaik. Palembang Bank Sumsel Babel adalah tim yang bagus. Dalam menghadapi final, persiapan kami sebenarnya sama saja. Hanya saja, kekurangan kami di block dan receive mendapat perhatian yang lebih besar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi open spiker yang dimiliki Palembang Bank Sumsel Babel.” jelas Ade Kelana, manajer tim Jakarta Sananta. Ini merupakan final ke-3 bagi Jakarta Sananta.

Bagi Palembang Bank Sumsel Babel, ini kali pertamanya menembus babak final sejak keikutsertaannya tahun 2009. Hidayat, asisten manager tim Palembang Bank Sumsel Babel, menegaskan keyakinannya untuk memenangkan Proliga tahun ini. “Kami memenangi babak penyisihan putaran 1 dan kami lolos ke babak Final Four dengan meyakinkan. Ada beberapa kendala yang kami alami selama Final Four, namun nyatanya kami berhasil mencapai Grand Final. Pada laga pamungkas nanti, kami yakin dapat mengalahkan Jakarta Sananta, seperti yang kami lakukan pada laga pembuka.” tandas Hidayat.

Hal menarik yang mencuat pada laga final di bagian putera adalah Jakarta Sananta dan Palembang Bank Sumsel Babel memperebutkan peringkat ke-3 pada musim 2010 lalu. Catatan pertemuan kedua tim di musim 2011 ini juga menjadi fakta lain yang menarik untuk disimak. Palembang Bank Sumsel Babel hanya berhasil memenangkan pertemuan pertama, selebihnya Jakarta Sananta menyapu bersih kemenangan. Layak dicermati apakah Palembang Bank Sumsel Babel dapat kembali menang atas Jakarta Sananta, atau Jakarta Sananta dapat memperpanjang catatan kemenangannya.

(far)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini