Stoner Menepuk Dada

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Senin 16 Mei 2011 02:32 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 16 38 457403 e8lQPX9gB5.jpg Foto: Casey Stoner tidak terbendung dalam GP Prancis di Le Mans (Getty Images)

LE MANS – Casey Stoner sedang berbunga-bunga. Pemicunya tidak lain kemenangan absolute yang diraihnya di GP Prancis akhir pekan ini. Dalam balapan yang diwarnai banyak insiden tersebut, Stoner seolah tidak terbendung. Pembalap asal Australia itu melesat seorang diri tanpa tekanan berarti dari pesaingnya.

“Ini sudah menjadi akhir pekan yang mengagumkan dari awal sampai akhir,” kata Stoner penuh keceriaan melihat catatan waktu yang ditorehkannya baik selama sesi Free-Practice maupun kualifikasi. “Saya hanya menantikan balapan berikutnya sekarang. Sangat bagus untuk mendapatkan poin kembali hari ini,” sambung mantan rider Ducati itu sebagaimana dikutip Autosport, Selasa (16/5/2011)

Kendati diliputi euforia tidak terkira, Stoner menjelaskan masih banyak masalah yang dihadapainya terutama masalah kopling yang membuat posisi pertama sempat diambil Dani Pedrosa saat mengawali start. “Kami memiliki masalah mulai akhir pekan dan kami mendapati ada beberapa drama besar di sana (Le Mans),” kata juara dunia 2007 itu.

“Menahan kopling  sepanjang waktu membuat saya tidak bisa mendapatkan (posisi gigi) netral dan membuat kopling menjadi panas. Jadi saya memulai start yang tidak menyenangkan. Basicnya, saya sedikit membakar kopling sedikit, jadi saya sempat kehilangan beberapa posisi,” jelas Stoner mengenai masalah yang terdapat dalam tunggangannya.

“Saya mengelola sedikit agresivitas pada giliran pertama. Maka, saya sempat berada di posisi di belakang Pedrosa. Tapi kemudian Pedrosa sangat berhati-hati, terutama pada sisi kiri bannya dan saya meresa sangat mungkin untuk menghangatkan ban, tapi dia menjadi sangat pintar, selalu waspada dan sangat sulit melewatinya,” kenang Stoner saat berupaya melampaui rekan satu timnya.

Lebih jauh, Stoner juga menjelaskan bahwa sulit melepaskan diri dari kejaran Pedrosa dan dibutuhkan beberapa lap untuk memangkas jarak dengan pembalap berpostur mungil tersebut. “Setiap saya menyalipnya saya pikir, saya bisa mengambil keuntungan tapi Pedrosa selalu berada di sana sepanjang waktu. Setiap kali saya menaikkan kecepatan, ia juga meningkatnya.”

“Saya sampai pada satu titik di mana saya bisa menjalankan lap secara konsisten dan dia (Pedrosa) tidak cukup mampu untuk sampai ke sana. Saya tidak yakin, apakah dia memiliki beberapa masalah dengan cedera terakhirnya, tapi saya mendapatkan keuntungan lebih dengan balapan yang akan datang, karena saya memiliki kapabilitas untuk menang,” tuntas Stoner.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini