Komitmen Taufik Hidayat untuk MILO School Competition

Achmad Firdaus, Jurnalis · Sabtu 14 Mei 2011 01:32 WIB
https: img.okezone.com content 2011 05 14 40 457020 DM0OPNzm9d.jpg Foto: Taufik Hidayat (Dok. MILO School Competition)

JAKARTA - Sebagai salah satu pebultangkis terbaik tanah air, Taufik Hidayat merasa tergerak untuk memotivasi para pebututangkis muda Indonesia untuk bisa menjadi yang terbaik di kancah Nasional maupun Internasional. Salah satunya cara yang dilakukan Taufik adalah dengan mendukung penuh ajang MILO School Competition.

“Sejak tahun 2006 saya mendukung MILO School Competition, sebuah kompetisi bulutangkis beregu antar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama, dengan mempersembahkan Piala Taufik Hidayat,” ujar Taufik dalam rilis yang diterima Okezone, Jumat (13/5/2011).

“Saya berharap melalui kompetisi ini dapat lahir generasi baru bulutangkis Indonesia yang kelak bisa mengikuti jejak saya menjadi pebulutangkis dunia. Di tahun 2011 ini, tak terasa sudah 5 tahun saya telah bekerjasama hand-in-hand dengan MILO dalam mengembangkan kompetisi ini. Ketertarikan saya bekerjasama dengan MILO berawal pada pengamatan atas besarnya potensi anak-anak Indonesia yang dapat digali melalui kompetisi ini, sehingga saya berkomitmen untuk turut menggali potensi tersebut dan melahirkan generasi baru pebulutangkis muda Indonesia, tambahnya.

Menurut Taufik, MILO School Competition merupakan merupakan turnamen yang sangat bagus bagi anak-anak untuk belajar nilai-nilai positif kehidupan seperti pantang menyerah, kerjasama tim, sportifitas dan percaya diri. Anak-anak sedari dini diajarkan, bukan sekedar bagaimana agar menang, namun bagaimana menghargai “perjalanan” menuju kemenangan dan “bangkit kembali” bila mengalami kegagalan, serta belajar mengenali lawan dan kawan.

“Inilah yang dibangun selama satu dekade MILO School Competition. Pelajaran inilah yang diharapkan akan diterapkan oleh peserta kompetisi, tidak hanya di lapangan bulutangkis, tapi juga dalam kehidupan sehari hari. Misalnya, seorang atlet membutuhkan kepercayaan diri untuk memberikan yang terbaik pada saat bertanding, begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, dia memerlukan kepercayaan diri yang kuat agar mencapai dalam kehidupan yang dicita-citakannya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Taufik juga menuturkan bila MILO School Competition membawa angin segar bagi bulutangkis Indonesia untuk menjaring bakat bulutangkis di kota-kota yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai menjadi “kantung-kantung pembibitan”. Pasalnya, ajang ini merupakan satu-satunya kompetisi bulutangkis beregu antar SD dan SMP di Indonesia.

“Sebuah dedikasi dan usaha oleh sebuah perusahaan multinasional yang patut diacungi jempol, dalam membantu pembibitan bakat di cabang olahraga yang telah mencatat banyak kebanggaan dan kemenangan bagi negara ini,” imbuh suami dari Ami Gumelar ini.

MILO School Competition telah menjangkau lebih dari 24 kota di seluruh Indonesia dengan diikuti lebih dari 22 ribu murid SD dan SMP selama 10 tahun kompetisi ini berjalan.

“Antusiasme yang saya lihat dalam setiap MILO School Competition di berbagai kota di Indonesia, membuktikan “haus” nya anak-anak terhadap ajang seperti ini. Mereka mempunyai talenta, keinginan dan determinasi yang tinggi namun terbentur dalam berbagai keterbatasan untuk dapat memperlihatkan kemampuan mereka masing-masing,” tegasnya.

“Di Indonesia, turnamen bulutangkis usia dini sangat jarang, sedangkan anak-anak perlu wadah untuk mengasah kemampuannya dalam bulutangkis. Untuk para pebulutangkis muda, nikmatilah kompetisi ini. Olahraga dan kompetisi tidak akan membuat kalian “sakit atau menderita”. Nikmatilah olahraga sebagai sesuatu yang “fun”, bahwa berkompetisi adalah bermain dengan teman secara sehat dan sportif. Berikan yang terbaik dan selebihnya just enjoy the ride!” tukas Taufik.

“Berbagai pengalaman bertanding, kekalahan maupun kemenangan selama perjalanan karier saya telah memupuk mental serta kemampuan sehingga saya bisa menjadi seperti sekarang ini, sebagai atlet maupun sebagai manusia biasa. Obsesi saya kedepan adalah masih ingin menjuarai All England, turnamen bulutangkis paling tua di dunia,” ujarnya menceritakan ambisinya.

“Saya sangat senang dan selalu mendukung apabila MILO School Competition. Mudah-mudahan kompetisi ini terus berjalan dan bahkan merangsang munculnya kompetisi-kompetisi lain, agar pembibitan olahraga bulutangkis akan menjadi sesuatu yang dapat “tergapai” dan bukan hanya menjadi sekedar janji,” tutupnya.

(acf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini