Peluang Pemain Unggulan & Non Unggulan Sama

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Selasa 29 Maret 2011 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 29 40 440217 I6Sn1nlcWH.JPG Para Juara kompetisi MILO di Batam. Foto: Dok. MSC

SAMARINDA - Hari kedua turnamen bulutangkis MILO School Competition di GOR Segiri, Samarinda Kalimantan Timur, Selasa (29/3/2011) semakin ramai oleh penonton yang mendukung jagoannya. Meskipun atlet yang dijagokan adalah non unggulan, namun mereka datang untuk memberikan semangat. Di turnamen ini dapat dilihat bahwa para peserta baik unggulan maupun non unggulan mempunyai peluang yang sama untuk lolos ke babak final pada Sabtu (2/4/2011) mendatang.

 

Menurut Iriansyah Busra, Ketua Pengprov PBSI Kalimantan Timur, sebenarnya predikat unggulan dan non unggulan hanya berdasarkan catatan perjalanan peserta di dunia bulutangkis dan prestasi yang dimiliki. Ini artinya, peserta non unggulan bisa jadi mempunyai prestasi namun belum tercatat dalam organisasi bulutangkis baik di tingkat Pengurus Cabang (Pengcab) maupun Pengurus Kabupaten/Kota (Pengkot/Pengkab).

 

“Kalau peserta sama-sama punya prestasi meski yang satu tercatat dan lainnya tidak tercatat, itu artinya mereka berpeluang sama untuk jadi juara di MILO School Competition Samarinda,” papar Iriansyah. Iriansyah menegaskan MILO School Competition ini sangat membantu Pengprov PBSI Kalimantan Timur dalam menambah bibit-bibit baru di dunia bulutangkis dan langsung melibatkan siswa SD dan SMP.

 

Hal senada juga disampaikan H Toli pembina SMPN 8 Balikpapan. Peserta unggulan maupun non unggulan memang punya peluang yang sama untuk bisa jadi juara. Hanya saja, peserta unggulan lebih memiliki teknik bermain karena umumnya dibina di klub selain di sekolah. Itu sebabnya, H Toli optimis, 15 anak didiknya baik yang ada di tingkat SD maupun SMP, bisa melaju hingga ke final MILO School Competition Samarinda.

 

Untuk tingkat SD, diakui Toli, tidak terlalu menargetkan mengingat yang diikutkan di turnamen ini baru duduk di kelas V dan berada di peringkat lebih dari 20 untuk nasional. Ia hanya berani menargetkan di Tunggal Putra SMP melalui Abdul Muin dari SMPN 8 Balikpapan.

 

“Pasalnya, prestasi Abdul Muin tidak hanya di regional tapi juga nasional. Tahun 2009, tercatat rangking 3 kategori remaja. Selain itu, di Sirkuit Nasional (Sirnas) 2011 Palangkaraya kemarin, masuk 16 besar dari 126 peserta,” tukas Toli dalam rilis yang didapat Okezone, Selasa (29/3/2011).

 

Pada babak penyisihan kemarin, telah dipertandingkan Beregu Putra SMP, Tunggal Putra SMP dan Tunggal Puteri SMP. Hasil pertandingan sementara untuk Tunggal Putra SMP yang masuk ke babak penyisihan berikutnya yakni Tri Wahyu dari SMPN 1 Tenggarong (unggulan 3) dan Abdul Muin SMPN 8 Balikpapan.

 

Sedangkan untuk Beregu Putra SMP yang berhasil lolos dari babak penyisihan hari kedua, diantaranya, SMPN 8 Balikpapan, SMPN 1 Tenggarong, SMPN 34 Samarinda, SMPN 3A Samarinda, SMPN 2A Samarinda, SMPN 37 Samarinda, SMPN 4 Samarinda.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini