761 Siswa Kaltim Perebutkan Piala Taufik Hidayat

Muchamad Syuhada, Jurnalis · Minggu 27 Maret 2011 21:05 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 27 40 439403

SAMARINDA - Sekitar 761 siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Kalimantan Timur akan berjuang memperebutkan Piala Taufik Hidayat dalam kompetisi bulutangkis antar SD dan SMP, MILO School Competition 2011, di GOR Segiri Samarinda, 28 Maret hingga 2 April 2011.

Ibu kota Kalimantan Timur ini merupakan kota penyelenggara keempat setelah sebelumya sukses digelar di Jakarta, Batam, dan Gresik. Di kota pembuka Jakarta, ajang bergengsi tingkat sekolah ini, dilaksanakan pada 16-21 Februari lalu. Saat itu, kejuaraan ini dibuka oleh Menpora RI Andi Mallarangeng didampingi Ketua Umum Pengurus Besar PBSI Jenderal TNI (Pur) Djoko Santoso.

Lalu, kompetisi berlanjut di Batam, yang mempertemukan siswa-siswi se-Provinsi Riau, 22-27 Februari yang lalu. Kemudian kompetisi bergulir di Gresik 15-20 Maret lalu. Setelah Samarinda, MILO School Competition akan berlanjut di kota terakhir yaitu Pontianak tanggal 11-16 April.

Dukungan MILO untuk turut serta memajukan perbulutangkisan Indonesia di berbagai daerah ini telah terlaksana sejak 2002 silam. "Kami akan selalu mendukung kejuaraan ini ke berbagai daerah. Kami bangga dapat turut ambil bagian dalam pemassalan dan regenerasi bulutangkis di Indonesia, sebagai salah satu cabang olahraga favorit dan menghasilkan prestasi dunia," kata Prillia Sandra, Category Marketing Manager MILO PT. Nestle Indonesia.

"Kami percaya bahwa melalui olahraga, termasuk bulutangkis ini, anak-anak Indonesia juga sekaligus belajar nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, kerjasama tim, sportivitas, dan percaya diri," tambahnya.

"Ini merupakan pertama kalinya MILO School Competition dilaksanakan di Samarinda, kami sangat senang melihat animo para peserta diluar pulau Jawa yang sangat besar dan kami berharap kompetisi ini bisa sukses seperti penyelenggaraan di kota-kota sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Ketua Pengprov. Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia Kalimantan Timur Drs. H Iriansyah Busra, mengatakan, kejuraan ini akan diikuti ratusan siswa yang datang tidak saja dari Samarinda tetapi kota-kota lain di Kalimantan Timur. “Kami tentu gembira kejuaraan ini dapat digelar di Samarinda, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami untuk menyelenggarakan event ini,” katanya.

Iriansyah berharap agar setiap tahun MILO School Competition dapat digelar di wilayahnya. "Di sini tidak ada turnamen seperti ini, padahal animo pemain-pemain muda sangat besar. Kami berharap turnamen ini digelar tiap tahun di sini," katanya.

Diakui, daerah luar Jawa membutuhkan turnamen seperti MILO School Competition, sehingga hasil latihan para siswa tidak sia-sia karena adanya kompetisi. “Kami tentu ingin dari kejuaraan ini, khususnya peserta dari Samarinda ini akan menjadi jago-jago Indonesia pada masa mendatang. Kami harus mampu bersaing dengan pemain-pemain dari Jawa,” kata Iriansyah.

Para pemenang dari lima kota penyelenggaraan MILO School Competition, berhak melaju ke putaran Grand Final yang akan dilaksanakan di Jakarta pada Mei mendatang. Selain itu, mereka juga mendapatkan hadiah uang pembinaan dan hadiah mengikuti pelatihan khusus di TH (Taufik Hidayat) Training Camp, Jakarta, selama 2 minggu. Mereka juga memperebutkan Piala Taufik Hidayat sebagai piala bergilir sejak 2006.

Iriansyah menambahkan, "Kami tentu berharap juara MILO School Competition 2011 dari Kalimantan Timur. Kami ingin mematahkan dominasi Jawa."

Duta MILO School Competition Taufik Hidayat menegaskan, selama 10 tahun penyelenggaraan, ajang ini telah membawa banyak hal positif.  "MILO School Competition membantu PBSI dalam mencari atlet bulutangkis Indonesia masa depan karena kompetisi ini memberi kesempatan kepada setiap anak, tidak hanya yang tergabung dalam klub bulutangkis, tetapi juga dari sekolah-sekolah," ujar Taufik Hidayat.

“Kejuaraan seperti MILO School Competition ini sangat penting bagi pemain-pemain belia ini, mereka dapat mengasah keterampilan mereka yang didapatkan dari berlatih dan berlatih. Di sini mereka dapat mengukur kekuatan diri," kata juara dua kali Asian Games ini.

(msy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini