Non Unggulan Taklukan Unggulan Pertama

Muchamad Syuhada, Jurnalis · Minggu 20 Maret 2011 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2011 03 20 40 436887 M8nM4lTqoM.jpg Foto: Image Dynamics

GRESIK - Turnamen MILO School Competition Jawa Timur mengantarkan Alim Purnomo (14) pemain non unggulan dari SMP Cahaya Surabaya menjadi juara Tunggal Putra SMP di MILO School Competition 2011 di GOR Semen Gresik, Gresik, Jawa Timur, Minggu (20/3/2011).

Kemenangan Alim ini cukup mengejutkan banyak pihak karena tidak diprediksi sebelumnya. Terlebih  Alim  mampu mengalahkan Krisna Adi Nugraha pemain unggulan pertama dari SMP Jaya Sakti Surabaya dengan skor 21-14: 21-5. Meski demikian, kemenangan  Alim ini menambah prestasinya setelah menjadi finalis di Amerta Cup Se Jawa Bali 2011.

Alim sendiri tidak menyangka bisa mengalahkan Krisna. “Sebenarnya sulit juga menargetkan di turnamen ini karena aku berhadapan dengan Krisna. Tapi dengan kemenangan ini, target ke Jakarta harus bisa juara meski lawan yang akan aku hadapi cukup berat,” kata Alim siswa kelas III yang juga peraih  juara I Munadi Cup di Magelang 2010.

Alim mengungkapkan bakal mempersiapkan diri  dan berlatih lebih keras untuk menggapai target di grand final MILO School Competition. Apalagi kalau menang bisa berlatih di gelanggang Bulutangkis Taufik Hidayat.

Sementara untuk nomor tunggal putri SMP, Berlian Sudrajat (15) dari SMP Dharma Bakti Gresik berhasil memenangkan babak final setelah melawan Aswin dari SMP Cahaya Surabaya dengan skor 21-14; 21-14. Kemenangan Berlian ini jauh hari juga sudah diprediksi mengingat prestasi yang dimiliki dan dia merupakan unggulan pertama untuk nomor Tunggal Putri SMP.

Dengan kemenangan di MILO School Competition ini, Berlian juga mendapat kesempatan bertanding di grand final bersama juara dari 4 kota lainnya, di Jakarta.  “Ya senanglah bisa menang di even ini. Soal persiapan sudah aku lakukan termasuk Senin ini harus ke Palangkaraya mengikut Sirnas. Jadi sambil tanding di kejuaraan lain itu sudah jadi bekal bertanding di Jakarta,” ujar Berlian siswa kelas 3.

Berlian menambahkan untuk bisa merebut kejuaraan di grand final MILO School Competition 2011, terus memacu diri dengan semangat selalu menang. “Kalau bisa mendapat fasilitas berlatih di Gelanggang Mas Taufik Hidayat, sangat menyenangkan. Di sisi lain, setiap kali bertanding, aku harus bisa bekerjasama dengan timku dan pengalaman inilah yang juga sangat berharga bagi hidupku,”ungkapnya.

Dalam MILO School Competition 2011 ini, juga mengantarkan Kabupaten Probolinggo menyabet juara di nomor tunggal putra Putri SD. Nomor  tunggal putra SD ini dimenangkan Arif Dwiyanto siswa kelas VI SDN Wonoasih Kabupaten Probolinggo yang merupakan unggulan satu setelah mengalahkan Cahya dari SD Kristen Materdai Probolinggo dengan skor 21-16; 21-15. Kemenangan Arif ini sejak awal babak penyisihan sudah diprediksi bakal keluar sebagai juara MILO School Competition Jawa Timur di nomor tunggal putra SD.

Sementara tunggal putri SD diraih Sri Fatmawaty SDN Taman Sari 4 Dringo Kabupaten Probolinggo. Kemenangan Sri Fatmawaty ini tidak diprediksi sebelumnya meski dia merupakan pemain unggulan dua. Justru yang diprediksi bisa memboyong juara Tunggal Putri SD adalah Rizky Utami SDN Gending Kebomas Gresik yang merupakan rangking pertama kategori anak-anak tingkat nasional.

Namun dalam babak final, Sri Fatmawaty mampu menundukkan Rizky rubber set dengan skor 21-23; 21-7; 21-13. Kemenangan Sri Fatmawaty ini membuat Probolinggo mampu mengkolaborasikan juara tunggal putra putri tingkat SD di MILO School Competition Jawa Timur.

Menurut  Ikrom sang Pembina dari SDN Taman Sari 4 mereka sudah berlatih keras dan cukup disiplin. Memang tidak diduga kategori tunggal putra putri SD bisa kami raih.

Bagi Arif Dwiyanto (13), kemenangan di MILO School Competition ini memang sudah ditarget.  “Ya senang bisa juara. Selain itu, aku memang ingin ke Jakarta sehingga bisa bertanding dengan para juara dari 4 kota lainnya, seperti Jakarta, Batam, Samarinda dan Pontianak. Target di Ibukota juga harus menang karena hadiahnya dapat fasilitas latihan di gelanggang Taufik Hidayat. Itu yang memacu aku bisa juara pula,” ujar Arif.

Bekal bertanding ke Jakarta, kata Arif, sudah disiapkan termasuk didukung prestasi sebelumnya yang diraih dalam kejuaraan O2SN juara 1 nasional tahun  2010 dan juara 2 Asean Primary School Olympiade di Jakarta. Latihan seminggu 6 kali dijalani serius, mengingat banyaknya pertandingan yang diikuti di luar Probolinggo.

“Sekolah bisa beri dispensasi saat aku absen. Dengan sering ikut kejuaraan, aku ingin seperti Taufik Hidayat sebagai juara bulutangkis dunia, pantang menyerah untuk bertanding. Dan kenal dengan dunia bulutangkis sejak usia 4 tahun,” tukasnya.

Hal senada diungkapkan Sri Fatmawaty (12) siswa kelas V SDN Taman Sari 4 Dringo. Saat maju ke babak final dan harus berhadapan dengan Rizky Utami, dirinya tidak takut sama sekali.

Dia hanya memikirkan cara untuk bisa main di Jakarta bertanding dengan lawan-lawannya secara jujur dan tetap bersemangat. “Kalau ingin main di Jakarta, harus menang dulu di pertandingan ini. Dan aku juga tidak menduga kalau bisa menang. Apalagi pada set pertama sempat ketinggalan 2 angka dari Rizky,”tukas Sri Fatmawaty yang juga bermimpi jadi juara bulutangkis dunia.

Untuk menyiapkan diri bertanding ke Jakarta, Sri berlatih setiap hari kecuali Sabtu sore dan Minggu di Puslatcab Abadi Probolinggo. Sebelumnya, Sri juga pernah meraih di O2SN 2010 tingkat nasional untuk juara I Ganda dan Asean Primary School Olympiade juara 3 Ganda.

Sedangkan di kelompok beregu Puteri SD diraih SDN Gending Kebomas I Gresik Kemenangan ini menurut Rini F Subekti Pembina SDN Geding Kebomas patut disyukuri.

Apalagi bisa membawa nama baik sekolah bagi Kabupaten Gresik dan bisa membawa Piala Taufik Hidayat. “Banyak hal yang diperoleh anak-anak didik dalam even ini. Pertama, anak-anak dilatih mampu kerja tim, dipacu untuk punya semangat bertanding dan anak-anak juga terlatih secara mental. Kalah menang hal biasa, terpenting bermain secara jujur,”komentar Rini.

Adapun yang memboyong Piala Taufik Hidayat yakni beregu SD putra dari SDN Mardisiwi Surabaya,  beregu SMP puteri dari SMP Shafta Surabaya dan beregu SMP putra diraih SMP Jaya Sakti Regu I Surabaya.

(msy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini