nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Undermall Jalan Terus, Warga Palembang Ngungsi?

Arpan Rachman, Jurnalis · Senin 14 Maret 2011 17:49 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 03 14 43 434753 qwtddOlXgC.jpg
PALEMBANG – Tanpa modal Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), proyek pembangunan Undermall Palembang (pusat pertokoan di bawah tanah) terus ngebut dikerjakan. Walau dibangun tanpa kelengkapan persyaratan IMB dan Amdal, namun pihak Pemprov Sumsel dan Lippo Group, terkesan acuh tak acuh menanggapi fakta ini.
 
Diketahui, Lippo Group melalui kontraktor PT Pulau Intan menggarap proyek Undermall Palembang. Pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan (Sumsel) menyediakan lahan undermall di kawasan lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya, Jalan Kampus POM IX, Palembang. Apakah undermall itu? 
 
Menurut informasi yang dihimpun Okezone, undermall tersebut proyek tukar-tambah, yakni Lippo Grup selain membangun mall, juga menyanggupi renovasi kolam renang Lumban Tirta dan Hall Basket di kawasan Kampus, yang direncanakan sebagai dua venue untuk SEA Games XXVI di Jakarta-Palembang 2011, yang akan berlangsung medio November mendatang.
 
Sedangkan otoritas Kota Palembang menegaskan proyek harus dikerjakan dengan memperhatikan kebersihan lingkungan. Artinya, faktor kebersihan lingkungan proyek jadi poin yang tak bisa ditawar lagi.
 
"Proyek undermall harus tetap bersih, truk-truk pengangkut material, terutama mobilisasi tanah urugan, yang keluar-masuk kawasan proyek tidak boleh membuang tanah sembarangan," kata Apriadi S Busri, asisten bidang ekonomi dan pembangunan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kepada Okezone, Senin (14/3/2011).
 
Lokasi proyek pembangunan undermall di lapangan parkir Stadion Bumi Sriwijaya, di Jalan Kampus POM IX, Palembang, selama ini merupakan ruang publik yang vital di mana banyak warga Kota Pempek beraktivitas olahraga. Sekarang, warga yang setiap libur akhir pekan biasa melakukan aktivitas berolahraga jalan kaki, lari, dan bersenam terpaksa mengungsi ke sekitar Kambang Iwak, nama kolam retensi peninggalan zaman Belanda tahun 1920-an, yang terletak di depan rumah dinas Walikota Eddy Santana Putra, di kawasan Jalan Tasik, Palembang.
 
"Warga Kota Palembang yang hobi olahraga pagi dan biasa senam di Kampus, kini sudah pindah aktivitasnya ke Kambang Iwak," tandas Apriadi.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini