Cerita Menarik dari All Star NBA (3)

Kamis 24 Februari 2011 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2011 02 24 36 428445 tR7Xhf9Hkz.jpg F: Neilson Gautama

LOS ANGELES - Salah satu kewajiban dari para pemain adalah menyediakan waktu sehari sebelumnya dan biasanya saat sehabis berlatih, untuk melakukan tanya jawab dengan reporter media cetak dan elektronik dari seluruh dunia.

Walaupun waktu yang disediakan usually hanya setengah jam per interview, namun rasanya durasi itupun tidak cukup untuk melontarkan sejumlah pertanyaan kepada para pemain. Wartawan harus berebutan dalam mengajukan pertanyaan agar bisa dijawab oleh sang pemain (karena jumlah media yang hadir luar biasa banyak). Semua pemain hadir saat sesi interview diadakan, tanpa terkecuali.

Wartawan juga bisa menginterview para pemain sehabis setiap event dilangsungkan [Skills Challenge, Shooting Stars, 3 point Contest, Slam Dunk Contest, dan All Star Game]. Pemain wajib memasuki area tanya jawab yang dinamakan mixed zone dan melakukan interview dengan media.

Luar biasa beban yang ditanggung oleh para pemain NBA ini, mereka nyaris tidak punya kehidupan pribadi karena ketenaran sang pemain memaksa mereka harus mengorbankan kebebasan mereka untuk pergi kemana pun. Minimal fans akan meminta tanda tangan atau berfoto bersama, dan media akan mencoba untuk bertanya dan mendokumentasikan mereka.

Namun medialah yang mengangkat mereka menjadi populer dan mendatangkan uang ke kantong sang superstar. Walaupun demikian, ada juga pemain yang bodoh dan tidak sadar akan pentingnya peran media untuk mempublikasikan mereka. Ada saja pemain yang males-malesan ketika diinterview seperti DeJuan Blair atau Russell Westbrook. Dwight Howard adalah salah satu pemain yang paling asik untuk diinterview, santai dalam menjawab pertanyaan, dan seperti senang dalam menghadapi media.

Untuk mengetahui siapa dua pemain yang paling jago dan memiliki status paling tinggi di NBA saat ini, saya dapat mengukurnya dari jumlah wartawan yang mendekati pemain itu. LeBron dan Kobe adalah dua pemain yang mustahil untuk saya dekati untuk berfoto bersama, difoto, maupun mengajukan pertanyaan untuk interview. Selalu ada saja media yang mengelilingi dua pemain tersebut dari jarak tiga meter.

Ketika saya berusaha melihat dua pemain tersebut (kala diinterview), terkadang saya hanya mampu melihat punggung wartawan atau jumlah microphone yang banyaknya tidak keruan. Untuk mewawancarai kedua pemain ini, harus mengambil posisi yang bagus setengah jam sebelumnya. Lokasi interview LeBron dan Kobe sudah ramai 30 menit sebelum pemain tersebut hadir.

Namun ada juga satu pemain yang popularitasnya mulai naik di All Star ini, dia baru bermain semusim di NBA, namanya Blake Griffin dari tim tuan rumah LA Clippers. Saya cukup menyesal karena sempat melihat Mobil KIA yang dipakainya dilompatinya! untuk slam dunk contest terpajang di salah satu lorong Staples Center, dan membuat saya mengira-ngira untuk apa mobil itu. Saat mobil tersebut didorong keluar untuk dilompati Griffin, reaksi keterkejutan saya mungkin tidak seluar biasa anda yang baru menonton pertama kali di rumah.

Beberapa pemain menghadapi ajang All Star ini dengan tidak begitu serius. Deron Williams terlihat kecapekan sehabis bermain di All Star Game ketika kami interview [dugaan saya, Deron tidak tidur dengan cukup karena party di malam sebelumnya] dan terlihat ogah-ogahan dalam menjawab pertanyaan karena kelelahan. Sehabis All Star game selesai diselenggarakan, para pemain pulang sendiri-sendiri ke kotanya masing-masing, karena besoknya pemain sudah harus bertanding lagi.

Sampai ketemu di liputan All Star Orlando tahun depan!

Neilson Gautama

NBA Presenter

Add my fanpage on facebook: http://www.facebook.com/pages/Neilson-Gautama-Fans-Club/134018783329305

Follow my twitter at: http://twitter.com/neilsongautama

Join group NBA Indonesia on facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=58998467527

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini