nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Empat Tim IBL Berebut Tiket Final

Edi Yulianto, Jurnalis · Kamis 11 Maret 2010 22:11 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2010 03 11 36 311762

JAKARTA – Empat tim IBL berebut tiket final Kejuaraan Basket Piala Gubernur DKI Jakarta. Lantas, siapa yang pantas melaju ke putaran akhir di GOR Soemantri Brojonegoro?

 

Pelita Jaya Esia Jakarta akan menjalani pertarungan derby menghadapi Aspac Jakarta. Sementara CLS Knight Surabaya akan mencoba ketangguhan Garuda Felxi Bandung di tempat yang sama.

 

Pelatih Pelita Jaya Rastafari Horongbala mengaku timnya siap menghadapi Aspac dalam pertarungan semifinal tersebut. Apalagi, timnya mengenal dengan baik karakter lawannya tersebut.

 

“Kami sudah saling bertemu dengan mereka dalam beberapa event dan uji coba. Jadi, persiapan kami sepertinya tak ada masalah untuk menembus partai final,” ungkap Rastafari.

 

Karena itu, dia tak menyiapkan strategi khusus menghadapi tim sekotanya tersebut. Dia bakal menurunkan kombinasi pemain junior dan senior untuk menghadapi tim asuhan Pelatih Tjetjep Firmansyah itu, yakni menurunkan Ponsianus Nyoman, Kelly Purwanto, Romy Chandra, dan Andy Poejakesuma.

 

Sementara kubu CLS Knight juga membidik satu tiket final. Mereka antusias akan meraihnya dan tak gentar menghadapi tim berkelas seperti Garuda. Intinya, mereka yakin akan meraih kemenangan tersebut.

 

Pelatih CLS Knight Amran menjelaskan timnya memiliki keyakinan tinggi akan mengalahkan Garuda, tapi dia berpesan agar Antonius Indrajaya dkk jangan terlalu jemawa berlebihan.

 

“Persiapan memang tak ada masalah, tapi anak-anak harus sadar akan menghadapi siapa. Garuda merupakan salah satu tim basket terbaik di Tanah Air saat ini,” pungkas Amran kemarin.

 

Meski demikian, dia tetap optimistis akan membawa timnya meraih tiket itu. Dia pun telah menyiapkan strategi matang menghadapi Garuda, yakni menurunkan formasi Antonius Indrajaya, Sandy Febiansyah, Jefry, Eliana Prana, dan Wijaya Saputra.

 

Di kubu Garuda, kemenangan juga menjadi harga mati. Dengan komposisi mengandalkan Andre Tiara, Cokorda Raka, Mario Wuysan, Indra Budianto dan pemain senior I Made Sudiatnyana. Garuda optimistis akan membuktikannya.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini