SM Gagal Rebut Posisi Lima

Edi Yulianto, Jurnalis · Rabu 20 Mei 2009 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2009 05 21 36 221819

JAKARTA - Impian Satria Muda (SM) Britama Jakarta mengamankan posisi lima besar Kejuaraan Basket antarklub Asia sirna. SM ditaklukkan wakil Filipina Smart Gilas melalui overtime 107-112 di Sportmall Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/5/2009).

Meski demikian, penampilan SM di laga terakhir event itu terlihat lebih hidup. Kerjasama Wahyu Hidayat Jati dkk mampu menyeimbangi Gilas meski sempat tertinggal perolehan poin mulai kuarter awal.

SM tertinggal 23-26 di kuarter pertama, lalu bermain imbang 21-21 di kuarter kedua. Menurun di kuarter ketiga setelah tertinggal 13-21 dan mampu bangkit 37-26 di kuarter terakhir. Perolehan itu sekaligus membuat SM sempat membuka harapan melalui babak overtime ketika kedua tim bermain imbang 94-94.

Sayangnya, penampilan SM mulai mengendur di babak penentuan setelah legiun asingnya asal Amerika Serikat (AS) Nakiea Jovon Miller dan Amin Prihantono keluar lapangan akibat fault out. Padahal, Miller menjadi inspirasi serangan sekaligus penyumbang poin terbanyak SM dengan 41 poin, 4 rebound, 5 assist.

Pelatih SM Fictor �~Ito' Gideon Roring mengatakan, kekalahan timnya dari Gilas bukan karena masalah dikeluarkannya Miller. Dia menilai penampilan Gilas lebih agresif di luar dugaannya.

"Kami telah mengerahkan segala cara untuk merebut kemenangan, tapi mau bilang apa jika penampilan lawan memang lebih agresif. Saya berharap momen ini akan menjadi pembelajaran kami ke depannya," kata Ito.

Ito memang berusaha melupakan hasil kurang maksimal itu untuk fokus kembali ke IBL 2009. Mantan pemain basket nasional itu ingin posisi SM sebagai pimpinan klasemen sementara IBL akan terus terjaga hingga akhir kompetisi.

Ito optimistis timnya akan mewujudkan itu lantaran kualitas Wahyu dkk mulai terasah sejak mengikuti kejuaraan tersebut. "Saya melihat kerjasama antarpemain mulai padu. Momentum bagus ini diharapkan akan dapat dipertahankan hingga kembali ke kompetisi IBL," cetusnya.

Sementara Amin menjelaskan, SM sebenarnya berpeluang merebut kemenangan atas wakil Filipina tersebut. Apalagi, setelah pihaknya mampu mengejar ketertinggalan di kuarter keempat.

Namun, dia tak habis pikir kenapa wasit mengeluarkannya disusul Miller. Akibatnya pun fatal bagi SM tanpa adanya pemain kunci di laga penentuan melalui overtime. "Sayang sekali, tapi mau bilang apa. Kami telah memberikan penampilan terbaik," ujarnya.

Pelatih Smart Gilas Radjko Soroman bersyukur pihaknya bisa mengalahkan tuan rumah. Tapi, dia belum puas atas penampilan Andy Mark Barocca dkk. "Kami sebenarnya bisa memenangkan pertandingan tanpa perlu diadakan overtime. Situasi itu menggambarkan kami masih perlu perbaikan," cetus Soroman.

(tan)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini