Satu Lagi, SM!

Edi Yulianto, Jurnalis · Selasa 19 Mei 2009 21:13 WIB
https: img.okezone.com content 2009 05 19 36 221427

JAKARTA - Peluang Satria Muda (SM) Britama Jakarta makin terbuka lebar merebut posisi lima besar. Mereka kembali menuai kemenangan atas wakil India Young Cagers 83-61 di Sportmall Arena, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (19/5/2009).

Kemenangan kedua SM atas Cagers di Kejuaraan Basket Antarklub Asia itu membuat Wahyu Hidayat Jati dkk akan bertemu wakil Filipina Smart Gilas di penentuan hidup-mati, Rabu (20/5/2009). Filipina berhak menantang SM setelah mereka mengalahkan Sangmoo asal Korea Selatan (Korsel) 98-78.

Pelatih SM Fictor ~Ito' Gideon Roring mengaku puas melihat penampilan anak asuhnya. Dia menilai Wahyu dkk bermain lepas tanpa ada beban.

"Mungkin karena kami tak memberikan target, membuat mereka tampil luar biasa seperti itu. Saya berharap prestasi itu akan kembali terulang lawan Filipina," ungkapnya.

Kemenangan SM memang bisa dijadikan garansi merebut tempat kelima, apalagi jika merujuk dominasi Wahyu dkk atas Cagers mulai kuarter awal. Bahkan, meski mengandalkan satu legiun asing asal Amerika Serikat (AS) Rashad Powell mulai kuarter kedua, SM begitu leluasa menguasai jalannya pertandingan.

SM bahkan telah unggul 16-11 di kuarter pertama dan berlanjut 21-16 di kuarter kedua. Di kuarter kedua, Ito sengaja menarik Nakiea Jovon Miller (AS) digantikan Youbel Sondakh untuk memperkuat rebound.

Ito baru menarik seluruh pemain asing miliknya di pertengahan kuarter keempat. Dia memilih menerjunkan Youbel sebagai simulasi usai pulih dari cedera. Strategi itu berhasil meredam agresivitas Cagers hingga akhir pertandingan.

Sementara Pemain SM Ronaldo Sitepu berharap situasi enjoy ini akan menular di laga berikutnya. Sebab, jangan harap pihaknya akan mewujudkan ambisi itu tanpa adanya kerjasama baik antarpemain di lapangan.

"Kami telah membuktikan kekompakkan tim menghadapi Cagers. Semua pemain pun terlihat rileks menjalani pertandingan. Hal itu menjadi salah satu kunci kemenangan kami atas mereka," ujar Sitepu setelah meraih 15 poin.

Sementara pelatih Cagers Aleksander Bucan tak terlalu mempermasalahkan kegagalan timnya dari SM. Minimnya persiapan sebelum bertolak ke Jakarta menjadi salah satu penyebab timnya kerap mengalami kekalahan.

Disamping itu, cederanya pemain pilar menambah buruk kekuatan Cagers di turnamen basket tertinggi antarklub tingkat Asia tersebut. Namun, dia masih optimistis akan meraih kemenangan di laga terakhir menghadapi Sangmoo dalam pertandingan perebutan tempat ketujuh.

"Peluang kami tinggal menghadapi Sangmoo. Yang jelas, kami bertekad tak ingin menjadi tim paling bawah. Keinginan itu tentunya harus dibarengi dengan kemampuan dan semangat untuk merebut kemenangan atas tim Korsel tersebut," tegas Bucan.

(dnl)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini