MELBOURNE - Rafael Nadal memang berhasil menjadi juara Australia Open 2009. Namun, kenyataan itu ternyata tidak membuat Nadal senang. Loh, mengapa?
Ya, Nadal harusnya gembira mengakhiri pertarungan sengit melawan Roger Federer 5 jam 14 menit dengan kemenangan besar; menjadi juara Australia Open 2009.
Namun, petenis Spanyol 22 tahun ini malah mengaku sulit tersenyum puas di tengah selebrasi Rod Laver Arena, Minggu (1/2/2009).
"Saya tidak bisa menikmati kemenangan itu 100 persen karena saya melihatnya (Roger Federer, red) menangis," cetus Nadal seperti dilansir Sydney Morning Herald, Selasa (3/2/2009).
Nadal mengaku paham betul situasi yang membekap FedEx, sahabat sekaligus rival terkuatnya, hari itu. "Saya tahu, kondisi saat itu sangat sulit. Tapi momen itu lebih sulit baginya," tambahnya.
Sebelumnya, Nadal sempat pesimis mampu mengalahkan FedEx di laga final perebutan gelar Grand Slam pertama, musim ini. Sebab, dia mengaku sangat kelelahan usai menghadapi rekan senegaranya Fernando Verdasco di semifinal.
"Saya tidak yakin bisa mengerahkan 100 persen tenaga, malam itu," katanya lagi.
Dengan kemenangan ini, praktis posisi peringkat satu dunia milik Nadal aman.
"Saat memenangi pertandingan penting, keberadaan Anda sama saja sebelum Anda bertanding. Anda tidaklah berubah," tegasnya.
(Devy Lubis)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.