KISAH Taufik Hidayat menarik untuk diulas. Sebab, senior Jonatan Christie di tunggal putra Indonesia itu sempat jadi penyandang nomor 1 dunia termuda!
Ya, Jonatan Christie akan menyandang gelar bergengsi sebagai peringkat 1 dunia di ranking BWF terbaru pekan depan. Hal itu tidak terlepas dari konsistensinya dalam setahun terakhir.
Jojo juga diuntungkan dengan hasil buruk yang diraih para pesaingnya di BWF World Championships 2026. Alhasil, tunggal putra asal Jakarta itu akan naik dari posisi 3 ke 1 pada pekan depan.
Keberhasilan Jonatan itu menghapus dahaga Indonesia akan tunggal putra nomor 1 dunia. Hal itu terakhir kali dicapai oleh Taufik Hidayat pada 24 Agustus 2000 alias 26 tahun silam.
Kesuksesan Taufik tidak terlepas dari sejumlah gelar bergengsi yang diraihnya pada 1999 hingga 2000. Ia dua kali secara beruntun jadi juara Indonesia Open yang kala itu perhitungan poinnya sangat tinggi.
Lalu, Taufik juga sukses meraih runner up di All England Open dua tahun beruntun yakni 1999 dan 2000. Puncaknya, pria asal Bandung itu juara di Malaysia Open 2000 yang digelar 20 Agustus.
Tiga gelar juara bergengsi plus dua runner up All England, membawa Taufik Hidayat naik jadi ranking 1 dunia pada 24 Agustus 2000. Sayangnya, rekor itu tidak bertahan lama.
Pada 22 Agustus 2002 atau dua tahun kemudian, rekor Taufik dipecahkan Lin Dan. Pebulu tangkis bertangan kidal itu jadi nomor 1 dunia di tunggal putra pada usia 18 tahun 313 hari.
Itulah kisah Taufik Hidayat jadi tunggal putra nomor 1 dunia termuda sebelum digusur rival beratnya. Patut dinanti apakah Jonatan Christie bisa mempertahankan status bergengsi itu atau tidak.
(Wikanto Arungbudoyo)