NOALE – Wacana untuk menambah jumlah balapan MotoGP dari 19 seri menjadi 20 terus mendapat pertentangan dari para pembalap. Sebab, jumlah 19 balapan saja dinilai sudah terlalu banyak dalam satu musim. Namun, pendapat berbeda disampaikan oleh CEO Aprilia Gresini, Massimo Rivola.
Penambahan seri pada MotoGP direncanakan terjadi pada 2021 seiring masuknya GP Finlandia dan Indonesia ke dalam kalender balap. Dorna Sports selaku promotor MotoGP, bahkan berencana menambah jumlah seri menjadi maksimal 22 balapan pada MotoGP 2022.
Baca juga: Merasa Senasib, Melandri Pahami Keputusan Lorenzo Pensiun dari MotoGP
Sejumlah pembalap sudah mengeluhkan wacana tersebut karena waktu istirahat mereka dipastikan banyak berkurang. Pendapat berbeda disampaikan Massimo Rivola yang kenyang pengalaman di Formula One (F1) selama 20 tahun.
Menurut pria asal Italia itu, penambahan jumlah seri justru akan menguntungkan bagi para penonton. Rivola menyampaikan ada kekurangan dan kelebihan dari penambahan jumlah balapan. Salah satu hal yang bagus adalah mampu menjangkau penggemar lebih luas di seluruh muka bumi.
“Menurut saya, penambahan seri justru bagus buat para penggemar karena mereka bisa menikmati balapan di seluruh dunia dengan lebih sering. Itu juga bagus untuk olahraga ini karena balapan akan lebih penting daripada tes,” kata Massimo Rivola, dilansir dari Motorsport Total, Senin (23/12/2019).
“Satu-satunya kelemahan adalah kita tidak akan sering melihat keluarga di rumah. Itu merupakan salah satu kelemahan yang nyata,” pungkas bekas petinggi Scuderia Ferrari tersebut.
(Fetra Hariandja)