JAKARTA – Tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, memiliki target pribadi setelah menjadi juara dunia junior pada 2017. Target tersebut adalah menembus posisi ranking 20 besar di nomor tunggal putri, sementara saat ini sendiri ia tengah menempati peringkat 49 dunia di level senior.
Ambisi tersebut juga mendapat dukungan dari sang pelatih yakni Minarti Timur. Menurutnya pelatih yang akrab disapa Ci Memey itu terus mendorongnya untuk bisa membuktikan diri menjadi salah satu tunggal putri terbaik di dunia.
“Dari saya sendiri saya inginnya (tembus ranking) 20 besar, tapi dari pelatih ingin saya di ranking 25. Soalnya untuk ke depannya saya harus punya banyak poin untuk main di level superseries, biar enggak susah susah dari kualifikasi,” ungkap Gregoria di Jakarta, Kamis (2/11/2017).
“Ci Memey (Minarti) juga mendorong saya untuk buktikan di setiap pertandingan supaya ranking saya cepat naik. Jadi kalau main di superseries langsung masuk ke babak utama,” tambahnya.
Demi meraih posisi ranking tersebut, pemain berusia 18 tahun itu mengaku terus melakukan banyak evaluasi. Apalagi tampil di level senior tidaklah mudah saat ini. Gregoria pun menyadari langkah tersebut pasti tidak akan mudah untuk dilakukan.
“Saya masih banyak (yang harus diperbaiki), mulai dari footwork saya, gerakan kaki dan fisik juga dilebihin soalnya kita tahu pemain-pemain (senior) sekarang itu tidak mudah dimatikan. Untuk ke depannya latihannya lebih ekstra,” tutupnya.
(Fetra Hariandja)