BARCELONA - Pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo meraih kemenangan ketiganya pada musim ini dengan menjadi yang tercepat pada gelaran MotoGP Catalunya, kemarin malam WIB. Namun, juara MotoGP 2012 lalu itu mengaku tak menyangka bisa finis terdepan, mengingat beratnya balapan yang harus ia jalani.
Lorenzo, yang start dari posisi tiga, mampu menyalip dua rider yang start di depannya, Cal Crutchlow dari Tech 3 dan andalan Honda, Dani Pedrosa. Kendati balapan berlangsung sulit, pembalap asal Spanyol tersebut mengaku berhati-hati dan berusaha sebisa mungkin menghindari terjadinya kesalahan.
“Hari yang sempurna -(tapi), jujur saja saya tak mengira bakal menang. Saya tahu, saya memiliki peluang (menang), tapi tidak seperti di Mugello di mana saya lebih yakin kalau kami bisa meraih kemenangan,” ujar Lorenzo, seperti dilansir Crash, Senin (17/6/2013).
“Secara fisik, (balapan kemarin) sangatlah menyulitkan dan itu adalah balapan paling panas tahun ini. Saya terus menekan 100 persen pada semua balapan, karena kesalahan apapun akan mengakibatkan bencana,” sambung pembalap berusia 26 tahun yang telah dua kali menjadi juara dunia tersebut.
Lorenzo, yang sudah lima kali naik podium pada enam seri awal MotoGP musim ini, mengatakan kalau salah satu kunci kemenangannya adalah tak pernah berhenti menekan Cruthlow dan Pedrosa. Dan, saat sudah berhasil melewati keduanya, dia mampu fokus dan konsisten hingga akhirnya menjadi pembalap yang finis pertama, terpaut 2,237 detik dari Pedrosa.
“Awalnya saya terkejut saat saya berusaha melewati Cal (Crutchlow), ternyata saya melewati Dani juga. Saya mengambil keuntungan dari hal itu dan mencoba untuk membuka gap tapi ternyata belum cukup, sedangkan Dani terus menempel. Kami memainkan semacam game, saya terpaut 0,5 detik di belakangnya, kemudian 0,2,” ujar Lorenzo.
“Akhirnya, karena saya kuat secara mental dan tak pernah menyerah, saya bisa membuka gap pada lima lap terakhir dan itu cukup untuk memenangi balapan,” tutup pembalap yang telah mengoleksi 26 kemenangan sejak terjun di kelas MotoGP pada 2008 itu.
(Aditya Putra)