PARIS – Di antara para petenis pria, deretan empat besar yang berisi Roger Federer, Rafael Nadal, Novak Djokovic dan Andy Murray, terbilang paling impresif di tengah lapangan. Tapi masih ada yang mengatakan jajaran Big Four itu teramat membosankan.
Sedianya bukan dalam hal permainan, tapi attitude menjaga image yang dianggap berlebihan, memunculkan opini negatif dari salah satu rival mereka, Ernest Gulbis. Keempatnya terlampau menjaga kesan hingga akhirnya dunia tenis kekurangan karakter dan emosi yang menarik perhatian publik dewasa ini.
“Tenis dewasa ini sangat kekurangan karakter. Saya menghormati Roger, Rafa, Novak dan Murray. Tapi buat saya, keempatnya adalah pemain yang membosankan. Apalagi saat mereka diwawancarai,” ketus Gulbis.
“Saya sering melihat Youtube dan ketika saya melihat wawancara tenis, saya langsung menggantinya. Buat saya wawancara mereka itu hanya lelucon,” imbuhnya kepada TheSun, Kamis (30/5/2013).
Awalnya, Gulbis tak ingin memasukkan Murray ke dalam para pemain yang dianggapnya membosankan dan ‘sok jaim’ itu. Sebelumnya, Murray punya karakter di mana emosinya acap meledak-ledak ketika di lapangan. Tapi belakangan, Murray pun bak tertular ‘penyakit’ bosan yang menurut Gulbis, dimulai dari Federer sebagai biangnya.
“Adalah Federer yang memulai gaya seperti ini. Dia punya image yang luar biasa sebagai pria swiss yang terhormat, sempurna untuk sosok seperti dirinya. Saya ulangi, saya menghormati Federer, tapi saya tak suka melihat pemain muda mencoba meniru gayanya itu,” tambah Gulbis.
“Saat saya mendengar mereka menjawab wawancara seperti Federer, saya pun terkejut dengan kata-kata seperti: ‘Saya baru meraih sedikit sukses saat ini, tapi dengan begitulah saya bisa menang’. Jika saya yang menang, saya akan berkata bahwa saya memulangkan lawan saya dengan memuaskan,” sambungnya lagi.
“Itulah kenyataannya. Saya tak mau dengar lagi dalam sebuah wawancara di mana seorang pemain tak ingin menyebut nama lawannya. Tinggal sebut saja lawan saya itu seorang ‘bedebah’ yang harus diberi hukuman di atas lapangan,” tandas Gulbis.
(Randy Wirayudha)