Gagal Gelar ISG, Pembayaran Stadion Utama Riau Tak Jelas

Banda Haruddin Tanjung, Jurnalis
Sabtu 11 Mei 2013 22:08 WIB
Share :

PEKANBARU-Pihak pengerja Stadion Utama Riau semakin pesimis bahwa pembayaran tunggakan Pemprov Riau akan dibayar kalau Islamic Solidarity Games (ISG) benar-benar dipindahkan ke Jakarta.

"Jika jadi dipindahkan ke Jakarta, sangat menyulitkan kita dan perusahaan konsorsium untuk menagih hutang. Kalau piutang kita yakni Subkon, yang belum terbayarkan ada Rp 18 miliar lagi," kata Ketua Forum 12 subkontraktor Stadion Utama Riau, Harry Puas kepada okezone Sabtu (11/5/2013).

Karena menurutnya, hanya saat ada iven olahraga yang ada saja seperti piala AFC dan PON beberapa waktu lau, ada harapan pihak pengerja proyek senilai Rp 900 miliar itu. "Kalau selama ini kita hanya mendapat janji-janji untuk pembayaran piutang kami. Namun saat ada iven tersebut, Pemprov Riau baru membayarnya. Janji pembayaran sebelum ISG. Jadi kalau ISG pindah, tipis harapan untuk dibayar tunggakan" tukasnya.

Padahal menurut Harry, pihaknya sudah menyelesaikan pengerjaan Stadion Utama Riau yang dipakai untuk PON XVIII sejak tahun 2011. Namun sejak kasus suap PON terungkap, pembayaran mulai tidak jelas.

Selain dengan pihak subkontraktor, pihak Pemprov Riau juga mempunyai hutang Rp 154 miliar terhadap pihak perusahaan KSO yakni Adhi Karya, Wijaya Karya dan PT PP. Pihak pengerja proyek juga beberapa kali melarang pihak panitia pusat ISG masuk ke Stadion sebelum dibayar gaji.

(A. Firdaus)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya