ESTORIL – Sebelum dibesut legenda tenis, Martina Hingis, Anastasia Pavlyuchenkova termasuk petenis yang sukar ‘manut’ dengan pelatihnya – terutama saat dipoles orang tuanya. Namun sejak ditangani Hingis, Pavlyuchenkova berubah jadi penurut, tak lagi ngeyel ketika diberi nasihat.
Sudah beberapa pekan ini, Pavlyuchenkova mulai dilatih Hingis dan petenis asal Rusia itu mengaku hormat pada Hingis dan bersedia menuruti apapun yang dikatakan Hingis kepadanya. Hasilnya, Pavlyuchenkova sanggup menembus semifinal WTA Estoril, usai menyingkirkan kompatriotnya, Elena Vesnina, 6-3 6-7 (3-7) dan 7-6 (7-3).
“Saya amat menghormatinya, saya benar-benar mendengarkan arahannya. Rasanya tak seperti saat Anda dilatih orang tua Anda. Kini, saya benar-benar mendengarkan semua nasihatnya,” ujar Pavlyuchenkova, seperti disitat SuperSport, Jumat (3/5/2013).
Pavlyuchenkova pun kini mendaki klasemen WTA dan menduduki peringkat ke-20. Menyadari permainannya berkembang, Hingis pun diminta Pavlyuchenkova tetap menemaninya di tepi lapangan, tak hanya di Portugal terbuka kali ini, tapi juga event-event berikutnya.
“Saya kembali ke peringkat 20 dan kini saya punya banyak target. Saya tak ingin berhenti sampai di sini. Saya senang melihat segala mulai membaik,” lanjut petenis kelahiran Samara 21 tahun silam itu.
“Dia tahu banyak tentang permainan ini dan itu amat membantu saya. Martina seseorang yang punya banyak pengalaman dan melihat tenis dengan sudut pandang yang bagus. Bantuannya datang di momen yang tepat. Kami pun memutuskan bepergian untuk turnamen berikutnya bersama. Hubungan kami pun dekat secara alami karena dia punya kepribadian yang supel,” pungkasnya.
(Randy Wirayudha)