PEKANBARU – Penyataan Menpora, Roy Suryo yang menyatakan Islamic Solidarity Games (ISG) diambil alih Jakarta banyak menuai pertentangan. Baik Pemprov Riau maupun kalangan dewan menyampaikan aksi protes atas putusan itu.
Namun tokoh masyarakat Riau, Tenas Effendi menyatakan semua pihak harus mengambil hikmah dari pengambil alihan event ISG ini.
"Riau juga harus introspeksi diri. Apa memang kami siap atau tidak menghadapi ISG. Jangan dipaksakan kalau tidak mampu. Saya rasa dengan tidak terselenggaranya ISG di Riau tidak membuat marwah (harga diri) Riau buruk, " kata Tenas Efendi kepada Okezone.
Sesepuh Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau ini menambahkan Riau juga harus mengambil hikmah dari penyelenggaraan PON XVIII lalu. Di mana uang dan waktu Riau terkuras habis hanya PON.
"Pemerintah pusat tidak berperan banyak untuk membangun PON. Bahkan sudah uang kita terkuras, kini banyak timbul masalah seperti kasus korupsinya. Seharusnya Riau fokus untuk menyejahterakan masyarakatnya," imbuhnya.
Hal senada juga diungkapkan tokoh Riau lainnya Al Ahzar, menurutnya penyelenggaraan ISG hanya membebani APBD Riau. "Silahkan ISG digelar di Jakarta itu lebih baik. Tidak ada marwah Riau jadi hancur karena gara-gara ISG tidak jadi di Riau. Jadi tidak banyak uang yang terkuras di ISG," tukas Ketua Harian Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau.
(A. Firdaus)